Sering Sepelekan Sakit Kepala, Awas Akibatnya Bisa Kematian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sakit kepala sering dianggap remeh oleh penderitanya. Umumnya, sakit kepala dapat disebabkan mulai dari hal-hal sepele, seperti kelelahan atau kurang tidur, hingga flu, sinus, stres, depresi, darah tinggi, dan penyebab lain. Namun, jika Anda mengalami sakit kepala terus menerus, jangan anggap enteng.

    Menderita sakit kepala secara berkepanjangan merupakan tanda-tanda adanya komplikasi kesehatan yang berbahaya. Terus menerus mengonsumsi obat penghilang nyeri untuk meredakan sakit kepala juga dapat berdampak buruk. Berikut tanda-tanda bahwa sakit kepala yang patut diperiksa lebih lanjut, dilansir dari Boldsky.

    #Thunderclap Headache (TCH)
    Sakit kepala thunderclap ini adalah nyeri kepala berintensitas tinggi dengan masa serangan yang cepat, yaitu setiap satu menit sekali atau malah lebih cepat. Nyeri dari TCH ini bersifat mendadak dan tidak dapat diduga, seperti suara guntur (clap of thunder). TCH umumnya disebabkan oleh pendarahan subaraknoid atau rongga di antara otak dan selaput pembungkus otak, yang mengakibatkan sobeknya lapisan pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian.

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    #Sakit kepala berdenyut
    Jika Anda menderita sakit kepala yang kerap kali naik turun atau hilang timbul, maka kemungkinan Anda menderita migrain atau yang lebih parah, aneurisma otak, yaitu kondisi akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak. Pembuluh darah yang melebar akan menjadi semacam kantung, yang jika pecah akan menyebabkan pendarahan di otak dan dapat mengancam jiwa.

    #Sakit kepala di belakang mata
    Rasa sakit berdenyut di belakang mata merupakan indikasi sinusitis atau glaukoma, yaitu penyakit mata di mana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Parahnya, kerusakan ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan.

    #Nyeri pada ubun-ubun
    Jika nyeri pada kepala berpusat di ubun-ubun, bisa jadi itu merupakan indikasi penyakit jantung, terutama bila Anda berusia 50 tahun ke atas.

    #Sakit kepala di pagi hari
    Sakit kepala yang sering kali menyerang di kepala bisa disebabkan oleh kurang tidur, sinus parah, atau bahkan gejala kanker otak. Kanker yang semakin membesar di otak ditandai dengan gejala pertama, yaitu rasa nyeri di kepala yang intensitasnya sering terjadi pada pagi hari disusul dengan muntah-muntah.

    #Sakit kepala stroke
    Bila diukur dengan skala 0-10, sakit kepala yang merupakan gejala stroke ini akan berada dalam skala mulai dari 7 hingga 10, yaitu rasa nyeri yang luar biasa. Rasa sakit tersebut juga bisa menghilang dalam hitungan menit atau jam, tetapi kemudian muncul kembali. Kondisi ini bisa dianggap sebagai gejala stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.