Minggu, 15 September 2019

BJ Habibie Punya Riwayat Kesehatan Lemah Jantung, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesuma

    BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ketiga BJ Habibie meninggal di usia 83 tahun. BJ Habibie sempat menjalani serangkaian perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta ini pun harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05.

    Berdasarkan informasi dari putra ketiga BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie, ternyata suami Ainun Habibie ini sempat berjuang melawan penyakit jantung yang telah lama dideritanya. "Bapak saya memang sejak muda punya masalah dengan jantung. Otomatis karena menua, jantungnya sangat melemah,” kata Kemal pada Selasa, 10 September 2019.

    Lemah jantung atau biasa disebut kardiomiopati merupakan sebuah kondisi di mana otot jantung Anda mengalami kesulitan atau lambat dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyakit jantung koroner atau efek dari konsumsi obat-obatan tertentu.

    Perawatan yang mungkin dapat dilakukan adalah melalui pengobatan, bedah implan atau, pada kasus yang parah, melakukan transplantasi jantung. Semua perawatan yang diberikan tergantung pada jenis kardiomiopati yang dimiliki dan seberapa seriusnya.

    Untuk gejala yang muncul kemungkinan tidak akan terlihat pada awal penyakit. Seiring meningkatnya kondisi tersebut, barulah beberapa gejala mulai muncul. Contohnya, mengalami sesak nafas, bahkan ketika Anda sedang istirahat. Kemudian, terjadi pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Detak atau debaran jantung juga terasa cepat. Gejala lain yang muncul meliputi rasa tidak nyaman atau seperti rasa tertekan pada dada, lalu merasa pusing sampai pingsan.

    Gejala yang timbul tersebut cenderung memburuk kecuali diobati. Untuk sebagian orang, kondisi jantung dapat memburuk dengan cepat seiring gejala yang muncul. Namun, hal tersebut tergantung pada individu masing-masing.

    Terkait dengan penyebab kardiomiopati itu sendiri, seperti dilansir dari Mayo Clinic, seringkali tidak diketahui. Pada sebagian kasus, kardiomiopati terjadi karena faktor genetik. Riwayat tekanan darah tinggi, kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung atau memiliki masalah pada katup jantung juga menjadi penyebab kardiomiopati.

    Berbicara mengenai pola gaya hidup, sudah pasti memiliki dampak bagi kesehatan Anda kedepannya. Obesitas, penyakit tiroid atau diabetes memiliki risiko terkena masalah jantung seperti kardiomiopati. Begitu juga dengan konsumsi alkohol dalam jangka waktu yang lama, dan juga penggunaan narkoba seperti kokain, amfetamin atau steroid anabolik.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MAYOCLINIC | HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.