Berjemur di Pagi Hari Boleh Saja, tapi Perhatikan Kesehatan Kulit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sedang berjemur (pixabay.com)

    Ilustrasi pria sedang berjemur (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak yang berpendapat berjemur di pagi hari baik buat kesehatan tulang. Namun, alih-alih terhindar dari kekurangan vitamin D, sering berjemur justru bisa memunculkan masalah pada kulit. Salah satunya kulit menua lebih cepat. Begitu menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Susie Rendra, SpKK.

    Oleh karena itu, dia tak menyarankan orang-orang berjemur di bawah sinar matahari terlalu lama atau lebih dari 10-15 menit di pagi hari, terutama jika sudah memunculkan efek terbakar.

    "Sinar matahari bagus untuk tulang tapi enggak bagus untuk kulit," tutur Susie dalam diskusi media di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    Di sisi lain, Kim Pfotenhauer, asisten profesor dari Universitas Touro di California, Amerika Serikat, pernah mengatakan menghabiskan sekitar 30 menit di bawah sinar matahari  pada sekitar pukul 09.00, dua kali per minggu sudah cukup membantu meningkatkan dan menjaga tingkat vitamin D.

    "Anda tidak perlu berjemur di pantai untuk mendapatkan keuntungan ini. Jalan kaki cukup," katanya.

    Sebelum berkegiatan seperti berolahraga di luar ruangan, jangan lupa mengoleskan tabir surya dengan kandungam SPF 15-30. Produk ini selain bisa membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinar matahari sekaligus antipenuaan yang paling ringan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.