Minggu, 15 September 2019

Ingin Jadi Inovator, Siapkan 4 Keterampilan Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mengisi acara Big Questions Forum 4 di Cyber Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mengisi acara Big Questions Forum 4 di Cyber Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tantangan hidup semakin besar dan untuk bisa tampil sebagai inovator, maka diperlukan keterampilan tersendiri. Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Profesor Dr. Waras Kamdi, mengatakan empat keterampilan abad ke-21, yakni komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan penyelesaian masalah, serta kreativitas dan inovasi atau communication, collaboration, critical thinking and dan problem solving, serta creativity and innovation atau 4C merupakan syarat menjadi inovator.

    "Keterampilan 4C ini yang nantinya akan melahirkan para inovator. Untuk itu, dalam pembelajaran harus bisa menumbuhkembangkan kemampuan 4C tersebut," ujar Waras.

    Menurutnya, keterampilan itu harus bisa menjadi ruh dalam setiap pembelajaran yang ada di pendidikan. Meski demikian, itu tidak serta-merta bisa diterapkan dalam konten pembelajaran melainkan pada proses pembelajaran itu.

    "Maka, yang menjadi basis dari 4C itu adalah proses, yang mana sebenarnya kita tawarkan bagaimana mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan," tambahnya.

    Tujuannya, saat anak-anak belajar pada realitas kehidupan akan menyadari masalah dan persoalan yang ada, dari persoalan itu maka mereka akan menemukan alternatif penyelesaian masalah serta melihat celah dan peluang.

    Waras menambahkan kemampuan itu sangat diperlukan karena kita saat ini tidak mengetahui apakah ada turbulensi dalam bidang pekerjaan.

    Pada masa akan datang, diperkirakan 50 persen pekerjaan akan hilang. Ketua Forum Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), Rafianti Dewi SS MBA, mengatakan pihaknya mendorong terjadinya sinergitas antara standar dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan BSNP. Tujuannya untuk percepatan pembangunan SDM Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.