Asap Buat Sekolah Libur , Tips Tetap Efektif Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai sekolah di daerah Kalimantan dan Sumatera terpaksa diliburkan. Berdasarkan himbauan dari pemerintah setempat, hal ini dilakukan karena kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Bagi Anda yang memiliki anak dan harus tinggal di rumah karena masalah kabut asap, aktivitas belajar tentu tetap wajib dilakukan. Hal ini berguna untuk menambah ilmu pengetahuannya selama tidak bisa pergi ke sekolah. Beberapa tips dapat dilakukan agar anak-anak tetap produktif belajar di rumah. Situs Huffington Post dan The Guardian menyebutkan empat kegiatan yang bisa dilakukan untuk menyemangati anak efektif belajar saat di rumah.

    1. Mandi dan berganti pakaian
    Melakukan persiapan seperti sebelum berangkat ke sekolah adalah hal yang penting. Misalnya, anak tetap mandi, berganti pakaian dan sarapan. Ini berguna sebagai bentuk motivasi agar anak tidak malas-malasan saat di rumah.

    2. Televisi di matikan
    Salah satu distraksi saat belajar di rumah adalah televisi. Bagi orang tua yang ada di rumah dan menemani anak-anaknya belajar, sebaiknya tidak menyalakan televisi. Alat elektronik yang menarik perhatian lainnya seperti radio dan gawai juga disarankan untuk tidak digunakan agar anak fokus belajar.

    3. Memberi waktu istirahat
    Seperti saat belajar di sekolah, anak-anak juga wajib menerima waktu istirahat. Misalnya, saat jam 10 dan 12 siang selama 15 menit. Ini digunakan sebagai bentuk rehat setelah fokus belajar. Mereka juga perlu mengkonsumsi makanan agar meningkatkan konsentrasinya.

    4. Belajar tetap di meja
    Banyak orang tua yang membiarkan anak-anaknya untuk belajar di atas kasur atau sofa. Padahal hal ini bukan suatu hal yang tepat. Karena anak akan menjadi malas lantaran tempat belajar yang terlalu nyaman. Ini juga bisa merusak postur tubuh anak karena kesalahan cara duduk yang tidak tegak dan cenderung membelok. Jadi, sebaiknya orang tua tetap meminta anak belajar pada meja dan kursi khusus belajar.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HUFFINGTONPOST | THEGUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.