Dokter Ingatkan Risiko Kerusakan Organ Vital Akibat Kabut Asap

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengenakan masker di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu, 15 September 2019. Sebanyak 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan Bandara Internasional Supadio Pontianak karena jarak pandang. ANTARA

    Sejumlah penumpang mengenakan masker di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu, 15 September 2019. Sebanyak 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan Bandara Internasional Supadio Pontianak karena jarak pandang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Begitu banyak dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, mulai dari masalah pernapasan, iritasi mata, sampai mengganggu organ tubuh. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Ari F. Syam, mengatakan hipoksia atau kondisi kekurangan oksigen akibat kabut asap dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

    "Penelitian membuktikan bahwa kondisi hipoksia sistematik kronik dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, jantung, dan lambung," ujar Ari.

    Dia menambahkan, di dalam tubuh keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan. Hipoksia seharusnya dihindari, apalagi pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pada pembuluh darah, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung.

    Kadar oksigen yang rendah menyebabkan jantung akan mengalami penurunan pasokan oksigen yang berat, yang dapat menyebabkan terjadinya infark atau kematian jaringan. Begitu pula pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pembuluh darah otak, kekurangan oksigen dapat memperburuk kondisi pasien hingga mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri.

    Meski demikian, Ari menyebut perlu menghitung berapa banyak penurunan kadar oksigen yang terjadi akibat kabut asap, yang menutupi Pekanbaru dan kota-kota lain di Tanah Air.

    Di sisi lain, komponen asap akibat kebakaran hutan juga harus dianalisa sehingga dapat diprediksi dampaknya buat kesehatan. Akhirnya memang perlu penelitian lebih lanjut mengenai kandungan asap yang ada dan dampak penurunan kadar oksigen sehingga dampak pada masyarakat dapat diprediksi dan diantisipasi.

    "Untuk sementara memang masyarakat dianjurkan untuk tidak menghirup asap dan mencegah untuk tidak berada di luar rumah, saat jumlah asap masih tinggi," imbuh Ari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.