Pasangan Takut Menikah? Kenali Ciri Gamophobia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menolak cinta/lamaran seorang pria. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menolak cinta/lamaran seorang pria. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gamaphobia dapat dialami oleh pasangan Anda, salah satu indikasinya adalah takut menikah dan berkomitmen dalam hubungan jangka panjang yang serius

    Gamaphobia dapat ditandai dengan takut menikah dan tidak ingin berkomitmen ke jenjang yang lebih serius
    Fobia ular atau badut adalah beberapa jenis fobia yang umum terjadi di masyarakat, tetapi tahukah Anda bahwa terdapat fobia pernikahan yang ditandai dengan takut menikah atau tidak berani untuk berkomitmen ke jenjang yang lebih serius.

    Takut menikah atau fobia pernikahan ini dikenal dengan istilah gamophobia. Bagi sebagian besar orang, menikah dan membangun keluarga adalah sebuah impian yang harus terwujud.

    Namun penderita gamophobia justru takut menikah dan berkomitmen, serta menolak pemikiran atau ide untuk menikah dan berkomitmen.

    Tanda-tanda pasangan yang mengalami gamophobia
    Gamophobia umumnya ditandai dengan ketakutan yang kuat dan terus-menerus mengenai pernikahan atau komitmen yang dapat berujung pada kesulitan untuk mempertahankan hubungan dengan pasangan.

    Namun, takut menikah bukanlah satu-satunya indikasi bahwa pasangan memiliki gamophobia. Berikut adalah beberapa ciri dari penderita gamophobia seperti dilansir SehatQ:

    1. Penuh ketidakpastian
    Penderita gamophobia lebih sering menggunakan kata ‘mungkin’ daripada orang normal kebanyakan. Contohnya, penderita akan lebih cenderung berkata ‘saya mungkin akan pulang jam 5’ daripada ‘saya akan pulang jam 5’.

    Selain itu, penderita gamophobia juga sulit untuk diprediksi perilaku dan suasana hatinya (mood). Pasangan bisa saja terlihat gembira, tetapi keesokan harinya menghindari Anda.

    2. Sulit mengekspresikan diri
    Penderita gamophobia umumnya memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaannya dan bahkan terkadang merasa takut untuk mengungkapkan emosi yang dirasakan, karenanya penderita akan sulit untuk mengucapkan kata ‘cinta’ kepada pasangan.

    3. Status hubungan yang tidak jelas
    Bila Anda berada dalam hubungan romantis dengan penderita gamaphobia, maka kemungkinan Anda bahkan belum yakin dengan status hubungan bersama pasangan, meskipun sudah bertahun-tahun bersama dengannya.

    Penderita gamophobia juga jarang ingin membicarakan hal-hal yang penting mengenai hubungan bersama Anda. Bahkan pasangan Anda mungkin tidak suka menggunakan label ‘pacar’ yang menunjukkan suatu hubungan yang berstatus.

    4. Hubungan romantis masa lalu yang singkat
    Takut menikah memang salah satu ciri utama penderita gamophobia, tetapi hubungan romantis yang singkat antara pasangan dengan mantan bisa menjadi suatu peringatan akan kemungkinan pasangan mengalami gamophobia.

    Hal ini akan semakin jelas mengindikasikan adanya ketakutan dalam berkomitmen apabila hubungan romantis singkat yang dimiliki pasangan tidak hanya satu hubungan, tetapi banyak.

    5. Sulit membuat janji untuk kencan atau diajak menghadiri pesta
    Penderita gamophobia sulit untuk menjadwalkan hari kencan dari jauh hari dan umumnya lebih sering mengajak kencan secara dadakan. Penderita juga terkadang sulit untuk diajak menghadiri pesta dan menunjukkan ketidakpastian akan menghadiri pesta tersebut.

    6. Tidak punya banyak teman dekat
    Penderita gamophobia mungkin punya banyak teman, tetapi penderita tidak memiliki banyak teman dekat yang bisa diajak mencurahkan hati dan berdiskusi.

    7. Aktif secara seksual
    Penderita gamophobia memiliki keinginan untuk menjalin hubungan yang intim, tetapi keinginan tersebut tidak bisa diraih dengan menjadi dekat dengan pasangan, karenanya penderita akan mengkompensasikannya dengan berhubungan seksual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.