Dampak Kelahiran Terlalu Dekat, Anak Sombong sampai Kleptomania

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kleptomania by Boldsky

    Ilustrasi kleptomania by Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Jarak kehamilan ternyata sangat mempengaruhi mental anak setelah lahir. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengungkapkan jarak kelahiran antara anak satu dengan lainnya yang terlalu dekat bisa menyebabkan anak mengalami gangguan mental emosional seperti kleptomania dan sombong.

    Dalam kunjungan kerjanya ke Sragen Jawa Tengah, Selasa, 17 September 2019, Hasto menyampaikan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia 8,1 persen salah satu faktornya dikarenakan jarak kehamilan terlalu dekat.

    "Tiap 100 orang di Indonesia, gara-gara hamil jaraknya dekat, delapan orang anaknya agak error sedikit karena gangguan mental emosional," kata Hasto.

    Dia menjelaskan beberapa contoh dari gangguan mental emosional yang bisa terjadi adalah kleptomania, megalomania, anxiety, dan kelainan seksual voyeurisme.

    Kleptomania adalah kondisi seseorang senang mengambil barang orang lain dan dilakukan secara terus berulang. Sementara megalomania atau juga disebut gangguan narsistik personal membuat seseorang sering membicarakan kehebatan-kehebatan dirinya pada orang lain.

    "Kalau cerita tentang dirinya, paling benar sendiri. Semua diceritakan pada orang lain bahwa dirinya paling hebat," kata Hasto.

    Anxiety adalah sifat cemas yang sering dialami oleh seseorang di berbagai kondisi. Hasto menyebut orang dengan gangguan kecemasan sulit maju karena sering berprasangka.

    Voyeurisme adalah kelainan seksual yang mendorong seseorang senang mengintip orang lain saat sedang mandi, menanggalkan pakaian, atau melakukan kegiatan seksual. Orang dengan voyeurisme merasa terpuaskan hasrat seksualnya hanya dengan mengintip.

    Hasto mengatakan gangguan mental emosional bisa disebut sebagai gangguan jiwa ringan. Oleh karena itu, Hasto menyampaikan pentingnya menjaga usia kehamilan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

    "Untuk menghasilkan produk manusia unggul dipengaruhi dari jarak kehamilan satu dengan yang lain," kata Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.