CPNS Masih Karier Favorit, Ini Keuntungan Jadi Abdi Negara

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan kembali dibuka pada Oktober 2019. Tentunya, sangat banyak masyarakat yang berminat untuk mendaftar untuk menjadi abdi negara.

    Sebenarnya, apa saja keuntungan atau daya tarik dari salah satu profesi yang paling diminati ini? Psikolog Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan keuntungan pertama yang didapat oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS) adalah dalam hal masa kerja. Menurutnya, PNS mendapatkan keuntungan untuk tidak mudah dipecat.

    “Instansi pemerintah tidak rentan bangkrut. Sehingga risiko kena PHK atau perampingan pegawai itu sangat minim,” katanya saat dihubungi TEMPO.CO pada Kamis, 19 September 2019.

    Selanjutnya, wanita yang akrab disapa Romi ini juga menyebutkan keuntungan lain berupa kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara gratis. Bahkan, para PNS bisa dengan mudah melanjutkan kuliah ke luar negeri.

    “Untuk mempersiapkan pegawai pemerintah yang berwawasan luas, biasanya akan dibiayai pendidikan ke luar. Ini bagus untuk menambah ilmu, relasi dan kesempatan beradaptasi di negara orang,” katanya.

    Memiliki tunjangan yang besar juga menjadi keuntungan lain dari PNS. Romi mengatakan bahwa meskipun gaji PNS tidak terlalu besar, namun tunjangan untuk istri dan anak, tunjangan kerja hingga uang makan pun diberikan setiap bulan. “Pensiun juga terus diberi. Jadi tidak perlu khawatir di masa tua,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.