Gemar Cari Info dari Internet, Cek Tantangan Orang Tua Milenial

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang senang mencari informasi pola asuh anak di dunia maya, berarti Anda termasuk dalam golongan orang tua milenial. Menjadi orang tua jenis ini tidak mudah sebab akan menghadapi anak-anak dari generasi Alfa yang cukup kritis.

    Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd., menyebutkan beberapa ciri dari orang tua milenial, yakni aktif mencari tips pengasuhan anak dari dunia maya, mengabadikan perkembangan anak di media sosial, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan kemampuan pengasuhannya.

    Selain itu, orang tua milenial biasanya memiliki anak di usia yang lebih matang dan mengajarkan anak untuk lebih bebas gender. Namun menurut Rosdiana, menjadi orang tua milenial tidak mudah. Saat mencari sumber pola pengasuhan dari internet, mereka juga cenderung untuk memberikan anak gawai sehingga anak akan lebih banyak duduk daripada melakukan aktivitas bersama dengan orang tua.

    "Orang tua milenial harus memberikan contoh pada anak, bukan nasihat karena anak itu lebih banyak mencontoh. Terus buat para orang tua milenial, baiknya berikan anak-anak pengalaman, bukan berupa barang atau uang," ujar Rosdiana.

    Ilustrasi orang tua dan anak. (foto: shutterstock)

    "Pengalaman seperti apa? Ajak anak untuk melakukan eksplorasi olahraga, gerak, seni, gambar, apapun untuk mencari minat anak. Terus, kurangi penggunaan gadget, berikan anak pengalaman sensori," tambahnya.

    Hal yang paling sering terjadi di kalangan orang tua milenial adalah membandingkan hidupnya atau kemampuan anaknya dengan orang lain. Hal ini yang nantinya akan memaksakan minat anak.

    "Tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain, berikan anak contoh hidup yang lebih adaptif dan biarkan anak untuk mencoba segala hal. Soalnya kalau dilarang, anak akan takut untuk melakukan sesuatu. Nanti dia akan berpikir bahwa dunia ini tidak aman baginya," jelas Rosdiana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.