Konsumsi Kopi atau Yogurt Dulu saat Sarapan, Ini Saran Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    Iustrasi kopi. Unsplash.com/Christiana Rivers

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum kopi sebelum menjalankan aktivitas adalah suatu kewajiban bagi sebagian orang. Pasalnya, kopi bisa membuat tubuh menjadi lebih terjaga, berstamina, dan semakin berkonsentrasi. 

    Dokter gizi Haekal Anshari juga mengimbau untuk minum yogurt di pagi hari. Apabila ingin mengonsumsi keduanya, mana yang lebih disarankan lebih dulu, kopi atau yogurt?

    Haekal meminta masyarakat untuk mengonsumsi kopi dulu. Alasan yang pertama, karena sifat diuretik dari kopi. Haekal mengatakan bahwa sifat diuretik bisa menyebabkan seseorang sering buang air kecil.

    “Kalau sudah minum yogurt dulu baru kopi, nanti manfaat yogurt akan terbuang dengan cepat lewat buang air kecil. Jadi belum sempat diserap, sudah dikeluarkan, kan percuma,” katanya di Jakarta pada Kamis, 19 September 2019.

    Ilustrasi yogurt. Wikipedia.org

    Alasan lain untuk mendahulukan kopi daripada yogurt juga dikarenakan efek pengeroposan tulang yang dibawa oleh kafein. Sebaliknya, yogurt kaya akan vitamin C, vitamin D, dan kalsium yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang.

    “Jadi, baiknya yang negatif dari kopi gelontorkan dulu. Nanti baru diganti dan diisi dengan yogurt untuk kesehatan tulang,” katanya.

    Ada aturan waktu yang harus ditetapkan oleh orang yang akan mengonsumsi keduanya. Haekal mengimbau untuk memberi jarak setidaknya tiga hingga empat jam dari konsumsi kopi ke yogurt, sebab apapun yang kita konsumsi tidak dengan cepat diproses oleh tubuh.

    “Harus melewati banyak organ dahulu. Jadi, idealnya diberi jeda beberapa waktu kalau mau menikmati manfaat dari keduanya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.