Bahaya Membersihkan Gudang tanpa Masker, Infeksi Jamur Paru

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan membersihkan rumah. tabloidbintang.com

    Ilustrasi pasangan membersihkan rumah. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berhati-hatilah ketika Anda memongkar gudang. Spesialis paru mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan menggunakan masker saat membongkar gudang. Tujuannya agar tidak terkena infeksi jamur pada organ paru yang bisa menimbulkan penyakit.

    Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Anna Rozaliyani MBiomed Sp.P., mengatakan jamur biasanya hidup di tempat yang hangat dan lembap serta tidak terkena sinar matahari. Ruangan yang kotor, lembap, tidak terkena sinar matahari, dan banyak barang bertumpuk dalam waktu yang lama bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

    "Ketika kondisi berubah, maka habitat jamur terganggu. Elemen jamur yang disebut spora, yaitu butiran-butiran kecil jamur, sangat banyak beterbangan di udara. Kalau habitat jamur terganggu, itu yang menjadi masalah," kata Anna.

    Infeksi jamur pada paru disebabkan oleh terhirupnya spora jamur yang ada di lingkungan kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Anna menjelaskan negara-negara Eropa memiliki kebijakan isolasi lingkungan apabila ada kegiatan renovasi bangunan lama atau bersejarah. Tujuannya adalah agar spora jamur yang beterbangan saat pembongkaran bangunan tidak terhirup oleh orang sekitar.

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Infeksi jamur atau mikosis pada organ paru merupakan bagian dari mikosis sistemik berupa gangguan dan atau jalan napas yang disebabkan infeksi, jamur yang mengumpul, atau reaksi hipersensitif terhadap jamur. Gejala dan tanda yang diakibatkan oleh infeksi jamur pada paru sama seperti TBC, yaitu batuk darah, batuk dalam waktu lama, sesak napas, nyeri dada yang bisa berlangsung dalam angka waktu tiga bulan.

    Selain itu, gejala juga bisa menyerupai asma namun tidak terkontrol. Dia menjelaskan biasanya dokter terlambat mengidentifikasi penyakit akibat infeksi jamur sehingga terlambat memberikan penanganan karena memang hingga saat ini belum ada standar yang jelas terhadap penanganan penyakit akibat infeksi jamur.

    Anna juga menyebutkan penyakit infeksi jamur di kalangan para ahli infeksi disebut sebagai penyakit yang pertumbuhan kasusnya pesat. Hal itu dikarenakan masih banyak jenis kasus yang belum diketahui dan prosedur penanganan yang belum terlalu jelas.

    "Di luar negeri, orang lebih takut dengan infeksi jamur dibandingkan TBC karena prosedur penanganan TBC sudah ada, sementara infeksi jamur belum jelas," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.