Waspada, Radang Tenggorokan Bisa Sebabkan Jantung Rematik

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Radang tenggorokan adalah hal yang normal dialami setiap orang. Sayangnya, tidak semuanya berakhir baik. Sebab radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu bisa menimbulkan masalah jantung.

    “Bakteri yang berbahaya itu adalah streptococcus tipe A. Kalau tidak segera diobati akan menyebabkan jantung rematik,” kata dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Ario Soeryo Kuncoro dalam acara konferensi pers 24th ASEAN Congress of Cardiology di Jakarta pada Jumat, 20 September 2019.

    Jantung rematik sendiri adalah suatu kondisi yang terjadi akibat kerusakan pada katup jantung. Ini bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral. “Kalau tidak segera diatasi, pasien bisa meninggal,” katanya.

    Beberapa tanda untuk membedakan radang tenggorokan biasa dengan jantung rematik pun dijelaskan oleh Ario. Dari segi durasi, ia mengatakan bahwa radang tenggorokan secara normal terjadi selama tiga hingga lima hari. Sebaliknya, jika lebih lama dari itu, bisa jadi gejala jantung rematik. “Radang tenggorokan juga dialami bukan sekali tapi berkali-kali dalam waktu yang berdekatan,” katanya.

    Selain itu, Ario juga mengatakan bahwa radang tenggorokan ini akan diikuti dengan beberapa gejala lainnya. Misalnya nyeri sendi dan dada, batuk, demam hingga pembengkakan di kaki dan tangan. “Saat sistem imunitas tubuh menyerang bakteri streptococcus tipe A, hasilnya adalah gejala tambahan itu,” katanya.

    Apabila Anda mengalami radang tenggorokan yang tidak normal serta gejala lainnya, Ario menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. “Langsung ke ahli saja daripada semakin parah,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.