Teman Alami Gangguan Kepribadian Anti Sosial, Atasi dengan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)

    Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang dianggap tidak ingin berteman dengan orang lain atau memilih untuk sendirian sering dikategorikan sebagai kepribadian orang yang “ansos” alias anti sosial. Namun, istilah anti sosial dalam masyarakat tidaklah sama dengan makna gangguan anti sosial.

    Gangguan anti sosial berbeda dengan sikap tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain. Jika demikian, apa sebenarnya gangguan anti sosial? Gangguan anti sosial atau antisocial disorder merupakan suatu gangguan kepribadian yang ditandai dengan ketidakpedulian akan perasaan orang lain dan mengacuhkan perilaku yang benar dan yang tidak benar.

    Penderita gangguan anti sosial tidak memiliki rasa empati dan cenderung memanipulasi orang di sekitarnya atau bahkan melanggar hukum. Penderita gangguan anti sosial dikaitkan dengan psikopat atau sosiopat, tetapi secara medis, tidak ada perbedaan antara psikopat maupun sosiopat.

    Menghadapi kerabat atau orang di sekitar yang mengalami gangguan anti sosial bukanlah hal yang mudah. Penderita gangguan anti sosial cenderung membuat orang lain merasa tertekan tanpa merasa bersalah sedikitpun.

    Oleh karenanya, dalam menangani penderita gangguan anti sosial, Anda juga perlu untuk berdiskusi atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Psikolog atau psikiater dapat membantu Anda untuk menjaga dan memberikan batasan dengan penderita gangguan anti sosial.

    Psikolog dan psikiater juga bisa mengajarkan cara untuk melindungi diri dari agresi dan kemarahan penderita gangguan anti sosial, serta cara-cara untuk menghadapi stres dan tekanan yang dirasakan.

    Selalu pastikan bahwa psikolog dan psikiater yang ditemui sudah berpengalaman dalam menangani penderita gangguan antisosial. Anda juga bisa mengikuti komunitas dengan orang-orang yang juga sedang menghadapi teman atau kerabat yang memiliki gangguan anti sosial untuk mendapatkan dukungan dan saran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.