Hal yang Harus Dipelajari bila Ingin Mengadopsi Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ben Carpenter, 35 tahun, mengadopsi lima anak dengan kebutuhan khusus. Dailymail/CarterNewsAgency

    Ben Carpenter, 35 tahun, mengadopsi lima anak dengan kebutuhan khusus. Dailymail/CarterNewsAgency

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan yang ingin mengadopsi anak dengan berbagai alasan, terutama ingin memiliki keluarga yang lengkap. Niat untuk mengadopsi anak itu mungkin sudah muncul lama tapi masih bingung bagaimana melakukannya.

    Proses adopsi bisa berlangsung lama dan tantangannya tak berhenti sampai saat proses itu selesai. Buat yang ingin tahu proses mengadopsi anak, simak dulu penjelasan dari laman askdrmanny berikut.

    1. Sebelum memulai proses adopsi, pelajari dulu bagaimana rasanya menjadi orang tua angkat. Cari di buku-buku atau referensi lain, bisa juga berbincang dengan orang tua angkat lain, misalnya bagaimana mengangkat anak balita, yang lebih besar, atau anak berkebutuhan khusus.

    2. Sebelum melakukan proses adopsi, coba pahami dulu alasan kita, kenapa ingin mengadopsi anak dan apa harapannya? Lebih baik lagi bila berkonsultasi dengan konselor adopsi.

    3. Bila sudah menemukan alasan jelas dan harapan dengan mengadopsi anak, keputusan pun akan lebih mudah diambil, termasuk anak seperti apa yang ingin kita angkat. Apakah kita ingin mengadopsi bayi, balita, atau anak yang lebih besar, laki-laki atau perempuan? Bagaimana latar belakangnya, anak yatim piatu, tidak mampu, atau anak yang ditelantarkan orang tuanya?

    Angelina Jolie punya banyak anak adopsi. Ap Photo

    4. Ada tiga cara untuk mengadopsi, melalui melalui dinas sosial, agen, atau pribadi. Gunakan brosur sebagai panduan, informasi daring, dan opini dari orang lain soal biro atau agen tersebut.

    5. Bila sudah memutuskan cara mana yang akan diambil, kita pasti akan memikirkan bagaimana pembayarannya. Bila lewat dinas sosial biasanya tidak perlu membayar.

    6. Apapun cara yang dipilih, pastikan kita mampu menyediakan lingkungan yang aman buat anak tersebut. Petugas dinas sosial pun akan menanyai kita banyak hal, seperti latar belakang dan alasan mengadopsi untuk memastikan anak yang diambil mendapatkan tempat dan orang tua angkat yang layak.

    7. Bila kita diberikan profil seorang anak, pertimbangkan baik-baik dan jangan terburu-buru mengambil keputusan. Bila anak tersebut ada masalah kesehatan, konsultasikan dulu dengan dokter anak. Bila orang tua kandung anak itu masih hidup dan ingin bertemu, buatlah perjanjian berapa kali mereka bisa bertemu, misalnya 1-2 kali setahun saat hari raya.

    8. Jika proses adopsi sudah selesai dan anak yang diangkat sudah tinggal bersama kita, carilah komunitas orang tua angkat untuk mendapat dukungan dan berbagi pengalaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.