Tertawa Itu Sehat Bukan Sekedar Slogan, Cek Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria tertawa. shutterstock.com

    Ilustrasi pria tertawa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pepatah tertawa itu sehat memang benar adanya. Selain sebagai ungkapan bahagia, tertawa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

    Dilansir dari Medical Daily dan Antara News, berikut adalah lima manfaat baik tertawa.

    #Melebarkan pembuluh darah
    Sebuah penelitian di Amerika Serikat telah menemukan bahwa tertawa dapat memberikan dampak positif pada aliran darah. Ini dilandasi oleh percobaan terhadap sejumlah orang yang menonton film berjenis komedi. Setelah menonton, pembuluh darah mereka melebar selama 24 jam. 

    #Menghilangkan stres
    Sebuah studi menemukan bahwa tertawa dapat menurunkan tingkat dari tiga hormon stres. Hormon stres tersebut adalah kortisol sebanyak 39 persen, epinefrin sebanyak 70 persen, dan dopak sebesar 38 persen. Tertawa juga berperan sebagai alat mengelola stres, khususnya bagi mereka yang menderita kecemasan dan depresi.

    Ilustrasi tertawa. businessnewsdaily.com

    #Tingkatkan kekebalan tubuh
    Dr. Lee Berk dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat, mengatakan kepada Time bahwa tertawa berhubungan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah dan aktivitas sel pembunuh yang lebih tinggi di dalam tubuh. Sel-sel ini dipercaya dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. 

    #Turunkan berat dan latihan fisik
    Tertawa dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. Meski tidak menyumbang jumlah yang begitu signifikan, sebuah studi oleh Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa tertawa sekitar 10 hingga 15 menit dapat membakar hingga 40 kalori. Selain itu, tertawa yang intens dapat melatih beberapa bagian tubuh, seperti diafragma, perut, dan otot-otot bahu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.