Demonstran Diguyur Water Cannon, Intip Tips Cegah Masuk Angin

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa mulai meninggalkan lokasi demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 24 September 2019. Demonstrasi menolak sejumlah revisi undang-undang bermasalah itu sempat berjalan ricuh.

    Mahasiswa mulai meninggalkan lokasi demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 24 September 2019. Demonstrasi menolak sejumlah revisi undang-undang bermasalah itu sempat berjalan ricuh.

    TEMPO.CO, Jakarta - Water Cannon atau meriam air sempat ditembakkan oleh para petugas keamanan untuk mendorong mundur massa mahasiswa dari muka gerbang DPR. Kejadian ini dilakukan sekitar sore menjelang malam hari pada Selasa 24 September 2019.

    Sebelumnya, massa ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menuntut pimpinan DPR RI menemui mereka di luar pagar. Mereka menolak undangan untuk audiensi di dalam gedung karena menginginkan seluruh mahasiswa bisa beraudiensi secara kolektif.

    Demonstrasi hari ini bertepatan dengan agenda rapat paripurna DPR mengesahkan sejumlah RUU menjadi UU. Agenda itu dituding tidak transparan. Produk RUU juga dianggap tidak pro rakyat dan melemahkan demokrasi.

    Dengan semprotan air yang begitu kencang, para demonstran pun rentan mengalami masuk angin. Untuk mencegah hal ini, beberapa hal bisa diterapkan. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah empat cara efektif melawan masuk angin pasca basah kuyup.

    1. Berganti pakaian
    Dengan keadaan pakaian yang basah, risiko Anda untuk mengalami masuk angin akan lebih besar. Sebab pakaian yang basah bisa meningkatkan gas di dalam tubuh sehingga akhirnya menyebabkan meriang dan masuk angin. Jadi sebaiknya, segera gunakan pakaian pengganti.

    2. Konsumsi teh
    Teh dapat ditemui dimana saja. Entah di warung atau di tempat tinggal Anda. Menurut berbagai sumber, teh yang dicampur dengan jahe, peppermint atau kembang lawang dapat membantu mengurangi penumpukan gas penyebab masuk angin di tubuh. Meski begitu, Anda sebaiknya menghindari kembang lawang apabila mudah mengalami diare.

    3. Mandi dengan air hangat
    Air hangat terbukti ampuh untuk mencegah masuk angin. Sebab ia bisa membuat otot-otot pada tubuh menjadi lebih rileks. Metode ini juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat masuk angin. Jadi setelah sampai di rumah, segeralah bergegas untuk membasuh diri dengan air hangat.

    4. Hindari makanan yang meningkatkan gas
    Mengkonsumsi makanan yang bergizi juga baik untuk melawan masuk angin. Sayangnya, Anda tidak bisa sembarangan mengkonsumsi segala jenisnya. Para ahli menyarankan untuk menghindari makanan berlemak seperti daging-dagingan dan berserat tinggi seperti gandum utuh. Sebab keduanya dipercaya bisa meningkatkan produksi gas di dalam tubuh.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | ZACHARIAS WURAGIL | HEALTHLINE | MEDICALNEWSTODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.