Buang Air Besar 3 Hari Sekali Seperti Will Smith, Normalkah?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Will Smith melambaikan tangan saat melewati garis finis dalam Marabana Marathon, Havana, Kuba, Ahad, 18 November 2018. Aktor yang bermain dalam film Men in Black itu tampak percaya diri saat mengikuti lomba lari marathon tersebut. REUTERS/Alexandre Meneghini

    Aktor Will Smith melambaikan tangan saat melewati garis finis dalam Marabana Marathon, Havana, Kuba, Ahad, 18 November 2018. Aktor yang bermain dalam film Men in Black itu tampak percaya diri saat mengikuti lomba lari marathon tersebut. REUTERS/Alexandre Meneghini

    TEMPO.CO, JakartaWill Smith baru saja membuka masalah pribadi terkait kegiatan buang air besarnya. Melalui wawancara dalam episode terbaru dari Jada Pinkett Smith di Facebook Watch series Red Table Talk, Will Smith rupanya mengaku tidak sering buang air besar.

    “Saya bisa buang air besar tiga hari sekali. Itulah mengapa Jaden (anak pertama Will Smith) sering berkata bahwa kentut saya bau,” kata Smith seperti yang dilansir dari Situs Men’s Health pada 24 September 2019.

    Lantas, normalkah seseorang yang buang air besar selama tiga hari sekali itu? Sebuah penelitian yang dilakukan King’s College London pada bulan Juni 2019 lalu menyebut bahwa tujuh kali buang air besar per minggu adalah rata-rata bagi mereka yang tidak sembelit.

    Namun, menurut BBC, para ahli lainnya mengatakan bahwa tiga kali buang air besar sehari sampai tiga hari sekali masih disebut normal. Jadi bisa disimpulkan, tidak ada batasan pasti berapa kali Anda harus pergi ke toilet setiap harinya.

    Meski demikian, Direktur Ilmiah York Test Laboratories Dr Gill Hart mengatakan bahwa jarang atau terlalu sering buang air besar dapat menunjukkan masalah usus atau bahkan intoleransi makanan. Menurut dia, penyebab seseorang buang air besar tidak teratur antara lain makanan yang salah, tidak cukup minum, atau kurang olahraga.

    Kurang serat atau cairan dalam makanan membuat feses akan bergerak lebih lambat. Selain itu, kurang gerak dan obat-obatan, stres, serta lingkungan yang tidak dikenal bisa menyebabkan konstipasi.

    "Tapi yang jelas dari literatur ilmiah, jarang buang air besar bisa mempengaruhi suasana hati Anda. Sebab, sekitar 90 persen dari serotonin, hormon yang bertanggung jawab atas kebahagiaan, disimpan di usus,” kata Hart seperti yang dilansir dari situs Mirror.co.uk pada beberapa waktu lalu.

    Natalie Lamb, seorang Ahli Terapi Nutrisi dari produk serat Lepicol menambahkan, buang air besar yang teratur sering membuat orang merasa lebih ringan dan lebih berenergi. Sayangnya itu kurang serat atau cairan dalam makanan membuat feses akan bergerak lebih lambat sehingga terjadi konstipasi. “Sembelit juga bisa terjadi karena kurang gerak, berbagai obat, stres, lingkungan yang tidak dikenal,” kata Lamb.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MENSHEALTH | MIRROR.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H