Pakar Ingatkan Perlunya Komitmen untuk Mencegah Penyakit Jantung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September setiap tahunnya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan jantung. Tahun ini, Peringatan Hari Jantung Sedunia mengangkat tema "My Heart, Your Heart”. Melalui tema tersebut, masyarakat diajak untuk melakukan perubahan kecil, seperti berkomitmen mengonsumsi makanan yang lebih sehat, beraktivitas fisik lebih baik, berhenti merokok, dan lain-lain.

    Setiap individu memang harus berkomitmen menjaga gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung, selain upaya pemerintah untuk mengurangi beberapa pemicu penyakit itu. Begitu kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Dr. dr. Isman Firdaus.

    "Kita harus membuat janji terhadap diri sendiri untuk menyehatkan jantung. Salah satunya mungkin berhenti merokok, mulai mengonsumsi makanan sehat, dan mulai berolahraga," kata Isman.

    Beberapa contoh yang dia sebutkan adalah langkah-langkah sederhana untuk mencegah penyakit jantung, selain tentu saja melakukan pemeriksaan menyeluruh ke dokter untuk memantau kondisi tubuh. Bagi yang sudah menderita, diharapkan tetap menjaga gaya hidup dan tidak malas-malasan mengonsumsi obat dan secara berkala berkonsultasi dengan dokter.

    Ilustrasi pasangan berolahraga. shutterstock.com

    Perlunya komtimen individu juga ditegaskan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Cut Putri Arianie. Menurutnya, meski tidak bisa mengurangi jumlah penderita penyakit jantung atau kardiovaskular, tapi setiap individu masih bisa melakukan pencegahan penyakit yang merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia itu.

    "Mengurangi yang sudah sakit jantung tidak bisa, tapi mencegah sakit jantung sangat bisa. Tergantung pada kemauan dan komitmen setiap individu untuk mau mengubah gaya hidup," katanya.

    Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung masih menjadi ancaman bagi berbagai negara yang merenggut nyawa sekitar 17 juta orang di seluruh dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1.000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

    Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September. Tahun 2019 ini, Kemenkes RI mengambil tema "Jantung Sehat, SDM Unggul" sebagai tema nasional peringatan hari tersebut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.