Berapa Sebenarnya Detak Jantung Normal pada Lansia?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi jantung (pixabay.com)

    ilustrasi jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak hanya serangan jantung, salah satu gangguan jantung yang cukup sering menyerang lansia adalah aritmia, suatu kondisi yang ditandai dengan tidak teraturnya jumlah dan ritme detak jantung. Karena itu, penting bagi Anda mengetahui jumlah detak jantung normal pada lansia.

    Sebelumnya, Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September setiap tahunnya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan jantung. Tahun ini, Peringatan Hari Jantung Sedunia mengangkat tema "My Heart, Your Heart”. Melalui tema tersebut masyarakat diajak untuk melakukan perubahan kecil dalam hidup dengan membuat sebuah janji sederhana untuk kesehatan jantung seperti berkomitmen mengonsumsi makanan yang lebih sehat, beraktivitas fisik lebih baik, berhenti merokok, dan lain-lain.

    Sejak lahir hingga dewasa, detak jantung normal pada manusia akan berubah, karena menyesuaikan dengan usia dan juga kondisi tubuh. Seiring bertambahnya usia, maka jantung akan berdetak semakin lambat. Jadi, detak jantung pada bayi dan anak-anak secara normal akan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa dan lansia.

    Detak jantung normal pada lansia saat beristirahat adalah 60-100 kali per menit. Namun, jika Anda termasuk sering berolahraga atau aktif melakukan aktivitas fisik, maka detak jantung saat istirahat bisa lebih rendah dari nilai tersebut. Detak jantung juga dapat lebih rendah ,apabila Anda rutin mengonsumsi obat tertentu.

    Selain jumlah detakan, detak jantung dinilai normal apabila ritme berdetaknya pun teratur. Detak jantung dalam jumlah normal dan ritme yang teratur, penting dalam menjaga kelancaran aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.

    Saat berolahraga, detak jantung akan meningkat untuk menyesuaikan kebutuhan oksigen dan energi di tubuh. Meski naiknya detak jantung adalah hal yang normal saat berolahraga, tapi Anda juga perlu memperhatikan batasnya.

    Kenaikan detak jantung yang terlalu signifikan, bisa menimbulkan gangguan pada jantung. Idealnya, jumlah detak jantung saat berolahraga, maksimalnya adalah 220 kali per menit, dikurangi dengan usia.

    Sehingga, misalnya Anda berusia 60 tahun, maka detak jantung maksimum yang masih aman saat berolahraga adalah 220 dikurangi 60, yaitu 160 kali per menit.

    Jumlah detak jantung yang sebaiknya dicapai saat berolahraga, dinamakan detak jantung target, dan berbeda jika dibandingkan detak jantung maksimum seperti di atas.

    Jumlah detak jantung target, cenderung lebih rendah. Sebaiknya saat berolahraga, Anda menjaga detak jantung dalam rentang target berikut ini seperti dilansir SehatQ.

    1. Usia 60 tahun: 80-136 kali per menit, dengan detak maksimal 160 kali per menit
    2. Usia 65 tahun: 78-132 kali per menit, dengan detak maksimal 155 kali per menit
    3. Usia 70 tahun: 75-128 kali per menit, dengan detak maksimal 150 kali per menit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.