3 Jenis Konten Favorit Netizen Twitter, Humoris Penting

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victor Kamang (tengah) dan Andi Hiyat (kiri), yang kontennya sering viral di Twitter berbincang pada acara #LIFEonTwitter 26 September 2019 di Jakarta .Tempo/Mitra Tarigan

    Victor Kamang (tengah) dan Andi Hiyat (kiri), yang kontennya sering viral di Twitter berbincang pada acara #LIFEonTwitter 26 September 2019 di Jakarta .Tempo/Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Seberapa sering Anda mengecek kicauan orang di media sosial Twitter? Perusahaan Twitter mengapresiasi para pengguna yang secara aktif menciptakan konten dan persona yang tidak hanya unik tapi juga menginspirasi. Beberapa konten bahkan berhasil menggerakkan konsumen untuk peduli atas kampanye para brand dan mempersatukan berbagai komunitas. Apa yang dilakukan oleh individu, komunitas, dan brand di Twitter memiliki benang merah yaitu 'LIFE'. Bukan saja dalam terjemahan harafiah yang berarti 'kehidupan', #LIFEonTwitter menggarisbawahi bagaimana pengguna Twitter di Indonesia mendengarkan konten yang otentik , menginspirasi sesama , menemukan beragam ide baru, dan mengikutsertakan pengguna lain dalam percakapan yang menarik.

    Lalu apa saja jenis konten yang dicari dan digemari pengguna Twitter? Beberapa individu, komunitas, dan brand berbagi tips terkait hal tersebut di acara #LIFEonTwitter. Berikut ini adalah tiga jenis konten yang menurut mereka banyak mendapatkan reaksi / disukai pengguna Twitter di Indonesia seperti dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 30 September 2019.

    1. Konten yang relevan dengan brand, tapi tidak hard-selling
    Sekitar 87 persen pengguna Twitter mengikuti akun resmi dari brand. 59 persen pengguna Twitter dan 56 persen pengguna media sosial secara umum dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang menunjukkan pola interaksi dua arah antara brand dan pengguna Twitter.

    Bagaimana sebuah brand mengkomunikasikan produk dan layanan mereka di Twitter tanpa terjebak dalam hard-selling yang menjemukan? Tokopedia (@tokopedia) dan Traveloka (@traveloka) seringkali memanfaatkan beragam fitur di Twitter seperti Twitter Poll dan emoji yang dirangkai dalam gaya bahasa informal dan terkadang berbalut humor yang ‘receh.’

    Tokopedia (@tokopedia), misalnya, memanfaatkan fitur tagar dengan baik dan berhasil mempopulerkan kampanye mereka dengan fokus menggunakan tagar #MulaiAjaDulu dan #MauMulaiApaLagi yang memotivasi konsumen untuk berusaha mencari jalan mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup.

    Melalui akun Twitternya, Traveloka (@traveloka) berhasil menggambarkan bahwa travelling tidak melulu mengenai tempat baru. Lebih pentingnya lagi, travelling merupakan apa yang didapatkan di tempat baru tersebut seperti berbagai ragam makanan dan aktivitas yang dapat mempererat hubungan antar teman dan saudara.

    2. Konten edukatif dengan bahasa yang mudah dimengerti
    Berbeda dengan brand, dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian), Wikipedia Bahasa Indonesia (@idwiki), dan Historia (@historia_id) adalah akun di Twitter yang menyajikan konten edukatif. Ketika medium belajar tidak lagi terbatas oleh ruang kelas dan buku pelajaran, Historia (@historia_id) berhasil menghadirkan pelajaran sejarah di Twitter dan mengajak generasi digital untuk mengenali beragam momen dan tokoh penting dalam sejarah bangsa ini - selain juga menyajikan beragam fakta sejarah menarik dari mancanegara.

    Sementara itu, dengan semboyan “Bebaskan Pengetahuan,” akun Wikipedia Bahasa Indonesia (@idwiki) menghadirkan berbagai konten ilmu pengetahuan umum, yang juga diselingi cuitan humoris bermuatan pelajaran. Dengan muatan konten ilmu pengetahuannya yang bersifat timeless, tidak heran cuitan dari akun ini menghasilkan engagement yang tinggi.

    c

    Dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian) adalah salah satu pakar medis yang rajin berbagi tips terkait kesehatan mental dan pesan-pesan motivasi kehidupan. Cuitan dari psikiater muda ini digemari karena berhasil menyampaikan pesan-pesan penting terkait psikologi menggunakan bahasa yang luwes dan mudah dimengerti.

    3. Konten humoris yang relevan dengan keseharian pengguna

    Victor Kamang (@vctrkmg) dan Andi Hiyat (@andihiyat), yang kontennya sering viral di Twitter, mengedepankan humor yang relevan dengan pengguna. Tak jarang cuitan-cuitan mereka dihubungkan dengan isu / topik terkini yang sedang menjadi pembicaraan online dan offline.

    Victor yang juga berkarier sebagai pengacara, menggunakan Twitter untuk menyampaikan pendapatnya tentang beragam isu terkini. Cuitan-cuitannya juga diselingi dengan lawakan menggelitik, yang membuat kontennya banyak mendapatkan engagement dari warganet.

    Sedangkan Andi Hiyat lebih sering mengedepankan cuitan-cuitan sendu terkait kisah percintaan. Konten yang ia cuitkan juga seringkali menjadi perbincangan karena dirasa relevan dengan kehidupan sehari-hari pengguna di Twitter.

    Apakah konten twitter Anda sudah mengikuti ramuan ini?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.