Kabut Asap Juga Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan perahu menyeberangi Sungai Batanghari di bawah Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap karhutla, Jambi, Kamis 19 September 2019. Satelit Terra dan Aqua mendeteksi sebanyak 166 titik panas di Jambi pada Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Warga menggunakan perahu menyeberangi Sungai Batanghari di bawah Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap karhutla, Jambi, Kamis 19 September 2019. Satelit Terra dan Aqua mendeteksi sebanyak 166 titik panas di Jambi pada Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Provinsi Riau telah diselimuti kabut asap tebal sejak awal September 2019. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan itu kini telah menyebar hingga Medan dan Aceh.

    Dengan adanya kabut asap, berbagai masalah kesehatan pun bisa dialami. Anda mungkin mengetahui gangguan pernapasan, jantung, hingga kulit. Kabut asap juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental.

    Melansir dari situs Globalnews.ca, hubungan antara kebakaran hutan dan kesehatan mental memang belum terlalu dalam diteliti. Meski demikian, seorang pakar pernapasan di Rumah Sakit Umum Vancouver (VGH), Kanada, Chris Carlsten, mengatakan bahwa beberapa partikel kecil dari PM2.5 (konsentrasi partikulat) bisa masuk ke dalam otak adalah peradangan pada saraf.

    Kabut asap. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    “Dengan peradangan tersebut, suasana hati hingga kemampuan kognitif seseorang dapat terpengaruh,” katanya.

    Lebih dari itu, seperti yang dilansir dari situs CBC.ca, direktur eksekutif Asosiasi Kesehatan Mental di Kanada, Christa Mullaly, mengatakan bahwa kabut asap yang menutup pandangan juga berpengaruh pada suasana hati. Ia menjelaskan jika warna biru dan hijau adalah dua warna peningkat suasana hati.

    Tak heran, saat seseorang memandang laut atau tanaman, mereka pun menjadi bahagia. Sebaliknya, saat kedua warna tersebut tidak terlihat karena tertutup kabut yang tebal, ini bisa mempengaruhi perubahan suasana hati seseorang.

    “Api dan kabut asap yang tebal itu berwarna merah, abu-abu, dan hitam. Semuanya berhubungan dengan hidup yang kelam dan amarah,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.