Hari Kopi Sedunia, Lebih Bermanfaat Minum Kopi Panas atau Dingin?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi es kopi cokelat (Pixabay.com)

    Ilustrasi es kopi cokelat (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan Hari Kopi Sedunia jatuh pada Selasa, 1 Oktober 2019. Melansir dari situs International Coffee Day, ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kenikmatan kopi.

    Jika berbicara tentang cara penyajiannya, kopi pun bisa dinikmati dengan kondisi panas maupun dingin. Namun, jika harus memilih, mana yang sebaiknya dipilih, ternyata mengonsumsi kopi panas dan dingin sama baiknya. Hanya saja, manfaat keduanya berbeda.

    Melansir dari situs Health Line, kopi panas dikenal baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan bahkan dipercaya bisa memperpanjang usia. Kopi juga dianggap mampu mengurangi risiko depresi dan membantu meningkatkan kemampuan kognitif.

    ilustrasi kopi (pixabay.com)

    Kadar polifenol, mineral, dan antioksidan yang tinggi adalah rahasia di balik manfaat-manfaat kopi tersebut. Dengan menambahkan es pada seduhan kopi ternyata tidak mengubah manfaatnya. Nutrisi pada kopi tidak akan berkurang, berapapun suhu penyajiannya.

    Namun, situs Mayo Clinic menyebutkan bahwa es kopi memiliki sedikit keunggulan dibanding kopi panas. Kopi dingin memiliki tingkat keasaman 67 persen lebih rendah daripada kopi panas sehingga merupakan pilihan yang lebih baik bagi yang memiliki masalah lambung.

    Es kopi juga pilihan tepat untuk kita dengan lidah yang sensitif dengan panas. Akan tetapi, kopi dingin ternyata punya konsentrasi kafein yang lebih tinggi. Jadi, jika memiliki masalah tidur atau insomnia, sebaiknya hindari kopi dingin atau es kopi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.