Membentuk Karakter Anak Melalui Animasi, Ini Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menonton televisi. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak menonton televisi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Membentuk karakter anak bisa dilakukan dengan memanfaatkan animasi. Psikolog Putu Andami mengatakan karakter animasi dapat menjadi salah satu media untuk mengajarkan dan menanamkan perilaku baik dengan cara yang menyenangkan. Penggunaan animasi pun dianggap relevan di era digital saat ini.

    Menurut Putu ketika anak memasuki masa middle childhood, atau usia rata-rata 6-12 tahun faktor yang mempengaruhi pembetukan karakter anak semakin meluas. "Bukan hanya orang tua, teman, guru, namun juga konten atau hiburan yang dikonsumsi anak pun sangat berpengaruh pada pembentukan karakternya," kata Putu dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 2 Oktober 2019.

    Hal ini ditambah dengan waktu yang dihabiskan anak di depan televisi atau konten digital di website internet rata-rata 2-3 jam sehari. Putu menambahkan orang tua pun perlu mendampingi anak-anak mereka untuk mengidentifikasi karakter positif para konten animasi. Bisa saja yang dilihat dalam animasi itu adalah nilai kejujuran, nilai empati, optimis, keramahan, keceriaan atau inovatif.

    Selain pendampingan oleh orang tua, perlu pula nutrisi harian untuk anak yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan otan anak. "Ketika menonton konten animasi, orang tua wajib mengetahui alur cerita dan sifat dari setiap karakter secara baik. Hal ini bentuk dari pengawasan, sekaligus menjadi momen diskusi yang mengalir dan interaktif bersama anak," kata Putu.

    Sebelumnya, Frisian Flag Indonesia memperkenalkan karakter animasi edukatif, bernama Zuzhu dan Zazha. Terinspirasi dari tetesan susu yang memiliki banyak manfaat kebaikan, duo karakter ini ada di kemasan baru susu cair Frisian Flag Milky dengan rasa cokelat dan stroberi.

    Ada pula e-comic dan film animasi pendek yang mengisahkan berbagai cerita inspiratif dan edukatif, yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. "Kami berharap kehadiran sosok Zuzhu dan Zazha dapat menjadi alternatif konten edukasi menarik bagi anak, guna menanamkan pesan budi pekerti yang baik, membiasakan pola hidup sehat, sekaligus pengenalan terhadap susu sebagai pilihan minuman sehat dan aman yang didukung pnerapan gaya hidup sehat sejak dini," kata Head of Ready to Drink Category Frisian Flag Indonesia, Aliah Shalihah.

    Animator Indonesia Bambang Gunawan Santoso menceritakan bagaimana pembuatan karakter Zuzhu dan Zazha. Dari segi visual, kata Bambang, paduan warna yang cerah pada konten animasi dapat dimanfaatkan untuk menarik perhatian anak. Selain itu pemilihan alur cerita menjadi nyawa sekaligus kendaraan utama dalam menyampaikan pesan baik yang ingin ditanamkan. "Agar dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak," kata pria yang akrab disapa mas Bambi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.