Asal Anak Kenyang, Cara Beri Makan yang Salah Terkait Stunting

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Stunting atau sering disebut kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya.

    Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia mengatakan untuk mencegah stunting, orang tua harus memperhatikan keseimbangan gizi anak saat memberikan asupan makanan sehingga tidak hanya berdasar pada anak sudah kenyang.

    "Makanan tersedia tapi pola pemberian tidak tepat maka dampaknya ke anak tidak cukup gizi," kata Manajer Program Senior untuk Maternal Infant and Young Child Nutrition dari GAIN Indonesia, Agnes Mallipu.

    Ia menjelaskan bahwa volume perut balita masih kecil sehingga asupan makanannya terbatas dan tidak bisa mengonsumsi banyak. Untuk itu, diperlukan asupan gizi seimbang, seperti untuk asupan vitamin, protein, dan mineral.

    "Kebanyakan ibu penting anaknya kenyang. Saat kami melakukan evaluasi, ibu cenderung memberikan makanan kepada anak dengan gizi tidak seimbang, sayur lauk sedikit, nasinya banyak," katanya.

    ilustrasi anak makan (pixabay.com)

    Menurutnya, jika hanya berdasar anak kenyang semata tanpa melihat kecukupan dan keseimbangan gizi yang harus diperoleh, maka akan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Ia juga mengatakan orang tua harus memperhatikan jumlah dan saat memberikan camilan kepada anak agar tidak mengganggu pola makan utama anak. Kebanyakan ibu mengeluh anak tidak mau makan, padahal sebelum jam makan, anak sudah banyak makan camilan entah dari orang tua, tetangga, ataupun anggota keluarga lain, sehingga anak tidak mampu menampung makanan lagi.

    "Memberikan camilan kepada anak juga harus jaga waktu makan, jangan sampai mereka full karena camilan sehingga tidak mau makan," katanya.

    Menurutnya, meskipun makanan tersedia dan anak bisa mengakses, jika perilaku pemberian makanan kepada anak tidak tepat maka tidak akan memenuhi asupan gizi yang cukup dan seimbang. Untuk itu, pola pemberian makanan yang tepat kepada bayi dan anak serta pemberian ASI eksklusif harus terus digencarkan di seluruh Indonesia dalam rangka mencegah stunting.

    "Ini bisa jadi satu kampanye atau gerakan lebih menyeluruh di masyarakat sehingga kita bisa menumbuhkan norma baru di masyarakat," kata Agnes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.