Hari Guru Sedunia, Saran Pakar buat yang Ingin Jadi Pengajar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seorang guru. shutterstock.com

    Ilustrasi seorang guru. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Guru Sedunia baru saja diperingati pada 5 Oktober 2019. Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia dan berperan sebagai pendidik para penerus bangsa. Buat yang tertarik menjadi guru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Praktisi pendidikan dan penggagas Semua Murid, Semua Guru, Najeela Shihab, menjelaskan ada tiga poin utama yang harus dimiliki guru. Pertama, guru harus merasakan kemerdekaan, khususnya untuk tujuan pendidikan.

    Ela – sapaannya -- mengatakan bahwa banyak guru yang terbelenggu dengan kebebasan. Padahal, dalam mendidik para murid mereka harus bisa mengekspresikan pengajaran tanpa beban. 

    “Jadi, jangan sekedar mengikuti instruksi dari atasan untuk mengajar tapi Anda wajib merdeka dengan cara sendiri untuk mengasah kemampuan berpikir anak,” katanya.

    Kedua, pendidik juga wajib memiliki kompetensi yang tinggi. Ela menyebutkan bahwa hal ini tidak hanya didapat dari sekolah hingga jenjang master atau profesor saja, namun juga dari orang di sekeliling, tak terkecuali murid.

    Ilustrasi guru. shutterstock.com

    “Jadi, bukan hanya orang yang kita anggap dewasa dan lebih berpengalaman tapi mendengarkan murid juga bisa menambah pengetahuan untuk lebih mengerti dalam mendidik mereka,” katanya.

    Ketiga, seorang pengajar harus menjadi pribadi yang terbuka dan mau berkolaborasi. Ini berarti, mereka tidak menutup diri untuk menggabungkan pengalaman dengan siapa pun. Ela percaya bahwa pendidikan yang sempurna tidak hanya diciptakan dari satu individu tapi semua instansi.

    “Kita tahu bahwa bekerjasama dengan kelompok hasilnya akan lebih baik daripada diri sendiri. Ini juga terjadi untuk guru yang ingin mengajar. Jadi jangan pernah menutup diri dan mengkotak-kotakan, tapi membaur,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.