Bau Mulut dan Badan, Indikasi ada Masalah Kesehatan Serius

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bau mulut (pixabay.com)

    ilustrasi bau mulut (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bau mulut dan badan yang tidak sedap bisa membuat malu dan rendah diri. Namun, aroma ini bisa menjadi cara tubuh untuk memberi tahu ada sesuatu yang tidak beres.

    Berikut beberapa aroma dari tubuh yang tidak boleh diabaikan, seperti dilansir Indian Express .

    #Napas berbau telur busuk
    Jika Anda sudah menyikat gigi dua kali sehari, bahkan menggunakan benag gigi, tetapi bau mulut tak mau pergi, bisa jadi itu tanda infeksi bakteri helicobacter pylori dalam sistem pencernaan. Bagi sebagian orang, situasi bisa menjadi ekstrem dan menyebabkan tukak lambung dan bahkan kanker lambung. Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.

    #Napas berbau apel busuk
    Jika napas berbau seperti apel busuk, itu bisa jadi karena kekurangan insulin dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of International Society of Preventative dan Community Dentistry, napas berbau apel busuk berhubungan dengan diabetes akibat insulin yang tidak seimbang.

    Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    #Bau badan
    Kadang-kadang, mandi tidak menghilangkan bau yang berasal dari ketiak. Ini bisa menjadi tanda kekurangan magnesium, yang terjadi ketika kita mengonsumsi terlalu banyak gula, kafein, dan makanan olahan. Jika ada gejala lain juga, seperti kram otot, berkedut, dan mati rasa, Anda dapat meminta dokter untuk memeriksa kadar magnesium dalam darah.

    #Bau kaki
    Jika kaki berkeringat, terlepas dari cuaca dan alas kaki, itu bisa karena kondisi langka yang disebut hiperhidrosis. Jika mengalami ekstremitas dari kondisi ini, Anda harus memeriksakannya pada ahli.

    #Bau amis dan keputihan
    Jika baunya menyengat dan ada peningkatan keputihan juga, bisa jadi karena infeksi yang disebut bacterial vaginosis, pertumbuhan berlebih dari bakteri yang ada di vagina. Kondisi ini sebagian besar terjadi selama periode menstruasi setelah berhubungan seksual. Langkah terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter kandungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.