Usia Perkawinan yang Rawan Pertengkaran dan Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan rumah tangga tak selalu mulus, apalagi bila sudah cukup lama dijalani. Berapa lama perkawinan mulai rentan friksi? Sekretaris Lembaga Kemasyarakatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU), Alissa Wahid, mengatakan usia perkawinan 4-7 tahun rentan pertengkaran.

    "Sebetulnya itu kalau dari psikologi karena enggak tahan saja. Jadi mulai dari usia perkawinan mulai dari empat sampai tujuh tahun pasti banyak berantemnya, itu berdasarkan riset," kata Alissa.

    Putri mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan saat ini semakin banyak perkawinan yang umurnya di bawah 5 tahun karena sangat mudah suami istri untuk bercerai. Bahkan, yang banyak menggugat cerai justru adalah istri.

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Dia mengatakan pada masa usia perkawinan tersebut akan mulai banyak terjadi perbedaan-perbedaan pendapat sehingga perlu berkonsultasi dengan psikolog. Jika setelah konsultasi masih terus bertengkar maka harus bersabar selama 6,5 tahun.

    "Kalau sudah konsultasi masih terus saja berantem. Saya biasanya bilang begini, sabar, jalani hari demi hari, tawakkal, berusaha terus, ditahan sampai 6,5 tahun karena kalau sudah 6,5 tahun nanti mereda. Kenapa? Karena perjalanannya nanti sudah berubah lagi tantangannya," jelasnya.

    Menurutnya, LKK NU sudah memiliki konsep sendiri tentang keluarga maslahah sehingga konsep itu diluncurkan untuk menjadi sebuah gerakan bersama ke depannya.

    "Konsep keluarga maslahah itu sudah jadi dan kita luncurkan sekarang untuk menjadi sebuah gerakan keluarga maslahah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.