Jangan Biasakan Curhat di Media Sosial, Ini Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja perempuan sedang melihat gawai. (Unsplash/Luke Porter)

    Ilustrasi remaja perempuan sedang melihat gawai. (Unsplash/Luke Porter)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era teknologi ini, orang lebih senang menumpahkan segala keluh kesah atau masalah melalui media sosial. Padahal, hal tersebut justru dapat memicu stres. Untuk itulah teman berbincang atau sekadar mendengarkan tetap diperlukan.

    Meski demikian, berbincang sebaiknya dilakukan secara langsung, bukan melalui telepon ataupun pesan instan karena dengan bertatap muka ada interaksi seperti sentuhan atau rangkulan yang bisa dilakukan saat mendengarkan.

    "Anak muda sekarang lebih mudah stres dan sekarang semakin parah karena berhubungan dengan gadget. Ini  memang bisa menyalurkan emosi tapi tidak memberikan koreksi. Kalau ketemu kita bisa melakukan sentuhan, merangkul, itu yang sangat dibutuhkan manusia," kata pakar Ilmu Sosial, Budaya, dan Komunikasi, Dr. Devie Rachmawati, M. Hum., CPR di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    ilustrasi stres (pixabay.com)

    Devie mengatakan manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Mereka tetap membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan menumpahkan segala masalah.

    "Perlu banget ya. Ketika gelas itu sudah penuh kita butuh menumpahkannya. Persoalannya di sosial media semua orang sibuk menumpahkan akhirnya semua orang stres karena mereka tidak merasa didengar," kata Devie.

    Mendengarkan adalah poin penting dalam berkomunikasi. Menurut Devie, terkadang orang yang memiliki masalah hanya perlu untuk didengarkan agar merasa lebih diperhatikan.

    "Dengan mendengarkan kita membantu anak muda yang butuh saluran. Kalau sudah kosong, diisi dengan yang positif. Jadi, langkahnya kita rangkul anak-anak kita yang stres biar mereka menumpahkan perasaannya kemudian diisi dengan positif," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.