Pria, Waspadai 3 Disfungsi Seksual yang Umum Terjadi

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi disfungsi ereksi. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Keharmonisan rumah tangga identik dengan kepuasan seksual yang dirasakan terhadap pasangan. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa kepuasan seksual memiliki kaitan yang erat dengan kualitas hubungan dengan pasangan. Pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan berpasangan membuat kriteria 'pria perkasa' menjadi salah satu persyaratan yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan seksual. 'Pria perkasa' umumnya identik dengan kekuatan dan ketahanan pria saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun, terdapat beberapa disfungsi seksual yang dapat membuat pria tidak mendapatkan gelar 'pria perkasa'.

Disfungsi seksual merupakan gangguan-gangguan yang dialami saat sedang melakukan hubungan seksual. Disfungsi seksual dapat dialami oleh segala usia dan jenis kelamin. Disfungsi seksual pada pria merupakan suatu gangguan yang cukup umum dan membuat pria berusaha untuk mencari resep untuk menjadi 'pria perkasa'.

Secara garis besar, disfungsi seksual terbagi menjadi empat kategori, yaitu:

1. Gangguan gairah seksual, gangguan ini terjadi saat pria tidak dapat bergairah secara fisik meskipun secara emosional sudah merasa bergairah.
2. Gangguan orgasme, gangguan yang dialami saat pria tidak mampu untuk mencapai orgasme atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai orgasme.
3. Gangguan rasa sakit, gangguan yang meliputi rasa sakit saat berhubungan seksual.
4. Gangguan hasrat seksual, gangguan yang dicirikan dengan kondisi tidak adanya atau sedikitnya hasrat untuk melakukan hubungan seksual.

Disfungsi seksual pada pria yang sering terjadi dan membuat pria menjadi frustrasi untuk mencapai gelar 'pria perkasa' adalah:

1. Ejakulasi Dini (Ejakulasi Prematur)
Kondisi saat pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat dari yang diinginkan oleh pria tersebut dan pasangannya. Biasanya pria akan dianggap mengalami ejakulasi dini jika ejakulasi terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi. Ejakulasi dini membuat seakan-akan waktu untuk menikmati aktivitas seksual kurang.

Penyebab ejakulasi dini tidak hanya masalah psikologis, tetapi kondisi ini terjadi karena interaksi kompleks antara faktor psikologis dan biologis. Faktor psikologis yang dimaksud contohnya adalah riwayat kekerasan seksual, depresi, atau pandangan yang buruk terhadap tubuh sendiri. Sedangkan secara biologis, penyebab yang berkontribusi terhadap ejakulasi dini adalah tidak normalnya kadar hormon, terdapat peradangan atau infeksi di prostat atau uretra dan faktor keturunan.

2. Disfungsi Ereksi (Impotensi)
Berbeda dengan ejakulasi dini yang identik dengan ketahanan, disfungsi ereksi atau impotensi identik dengan kekuatan pada 'pria perkasa'. Impotensi merupakan ketidakmampuan pria untuk mengalami ereksi atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalami ereksi. Impotensi dapat menimbulkan rasa malu dan frustrasi pada pria.

Namun, perlu diketahui bahwa disfungsi ereksi bisa jadi pertanda dari suatu kondisi medis lainnya, seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas. Oleh karenanya, konsultasikan ke dokter jika Anda merasa sangat terganggu dengan masalah ini.

3. Ejakulasi yang Tertunda
Waktu yang tepat adalah hal yang krusial dalam kepuasan seksual terhadap pasangan. Ejakulasi yang terlalu lama atau bahkan ketidakmampuan untuk mengalami ejakulasi sama sekali dapat menimbulkan stres dalam kehidupan berpasangan. Biasanya pria yang mengalami ejakulasi yang tertunda membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk dapat mengalami ejakulasi. Bahkan, beberapa pria sama sekali tidak mengalami ejakulasi.

Seperti halnya penyebab disfungsi seksual yang lain, kondisi ini juga disebabkan faktor psikologis dan biologis. Selain itu, obat-obatan tertentu seperti antidepresan, beberapa obat darah tinggi, diuretik dan obat antipsikotik juga dapat menyebabkan ejakulasi yang tertunda.






Ribuan Pria Rusia Melarikan Diri dari Wajib Militer Putin

1 hari lalu

Ribuan Pria Rusia Melarikan Diri dari Wajib Militer Putin

Ribuan pria Rusia memenuhi pesawat dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di penyeberangan perbatasan dengan sejumlah negara tetangga.


Ciri Pasangan yang Tulus Mencintai

2 hari lalu

Ciri Pasangan yang Tulus Mencintai

Tak perlu bertanya-tanya soal cinta pasangan. Berikut 10 tanda yang akan muncul apabila ia tulus mencintai Anda.


Pakar Sebut Bersepeda Tak Bikin Mandul

6 hari lalu

Pakar Sebut Bersepeda Tak Bikin Mandul

Banyak yang menganggap bersepeda bisa membuat kemandulan, bikin sperma jelek, disfungsi ereksi. Bagaimana faktanya?


Tips agar Pasangan Tetap Setia

9 hari lalu

Tips agar Pasangan Tetap Setia

Pria juga bisa meninggalkan pasangan jika merasa tidak diperlakukan selayaknya. Jadi, jika ingin pasangan tetap setia, berikut cara memperlakukannya.


4 Gejala Diabetes pada Pria

17 hari lalu

4 Gejala Diabetes pada Pria

Diabetes dapat menyebabkan gejala pada pria yang berhubungan dengan kesehatan seksual. Berikut gejala diabetes yang dialami pada pria.


Inilah yang Perlu Anda Diketahui Soal Non-biner

31 hari lalu

Inilah yang Perlu Anda Diketahui Soal Non-biner

Gender netral atau non-biner (non-binary) merupakan salah satu identitas gender yang meyakini sebagai bukan laki-laki dan perempuan.


Tinggalkan Pria dengan Ciri Berikut karena Sudah Pasti Tak Serius Berhubungan

41 hari lalu

Tinggalkan Pria dengan Ciri Berikut karena Sudah Pasti Tak Serius Berhubungan

Tak semua pria mendekati wanita karena suka, bisa jadi hanya iseng. Berikut 10 tanda ia hanya ingin mempermainkan dan sebaiknya segera dihindari.


Tips Jaga Keperkasaan Pria, Pola Hidup Sehat Hingga Hindari Lemak

44 hari lalu

Tips Jaga Keperkasaan Pria, Pola Hidup Sehat Hingga Hindari Lemak

Dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha menyarankan hal ini agar pria bisa menjaga keperkasaan saat berhubungan intim.


Demi Kesehatan Janin, Ibu Hamil Wajib Waspada Virus Herpes

51 hari lalu

Demi Kesehatan Janin, Ibu Hamil Wajib Waspada Virus Herpes

Herpes termasuk infeksi menular seksual. Bagi ibu hamil , virus herpes dapat membahayakn janin.


WHO Desak Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar Monyet dalam Populasi Berisiko

25 Juli 2022

WHO Desak Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar Monyet dalam Populasi Berisiko

WHO meminta negara anggota di Asia Tenggara meningkatkan pengawasan cacar monyet pada populasi berisiko tanpa stigma dan diskriminasi