Mitos dan Fakta soal Minyak Goreng Curah, Benarkah Berbahaya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 21_ekbis_minyakgorengcurah

    21_ekbis_minyakgorengcurah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada anggapan selama ini bahwa minyak goreng curah tidak sehat. Pemerintah pun belum lama ini mengimbau masyarakat tak menggunakan minyak curah demi alasan kesehatan. Tetapi, benarkah minyak yang biasanya dijual lebih murah dari minyak bermerek ini tak bergizi?

    "Minyak yang dijual dengan merek, produsen sudah menambah dengan fortifikasi, misalnya ada tambahan gizi. Minyak curah itu tidak ada tambahan, hanya kelapa sawit," ujar Medical Department Kalbe Farma, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi., di Bogor, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Berbeda halnya jika minyak curah telah dipakai berkali-kali dan disaring hingga warnanya kembali bening. Pada minyak ini, kandungan lemaknya menjadi tidak stabil karena telah melalui pemanasan berkali-kali.

    Minyak goreng. triplepundit.com

    "Struktur dari lemak semakin sering dipanaskan, rantainya tidak stabil atau dikenal sebagai minyak trans. Semakin dipanaskan, lemak jadi tidak stabil. Kandungan lemak trans tinggi," papar Dedy.

    Lemak trans bisa meningkatkan kolesterol jahat atau LDL yang memicu penyakit jantung, salah satu penyebab utama kematian pada pria dan wanita, serta terkait dengan risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2. Lebih lanjut, minyak kelapa sawit memang disarankan untuk proses memasak dengan digoreng karena tidak ada ikatan rangkap.

    "Justru minyak yang ada ikatan rangkap tidak boleh untuk menggoreng. Semakin banyak ikatan rangkapnya pada saat dipanaskan akan mudah menjadi lemak trans," kata Dedy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.