Bahaya Memandang Langsung Matahari, Retinopati. Cek Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita santai sambil berjemur sinar Matahari. Dan Kitwood/Getty Images

    Ilustrasi wanita santai sambil berjemur sinar Matahari. Dan Kitwood/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Hati-hati keluar rumah saat cuaca sedang terik. Jangan pernah mendongak ke atas dan menatap langsung matahari, meski hanya untuk mengecek seberapa terik sinarnya.

    "Memandang langsung matahari selama beberapa detik tanpa pelindung mata, kapanpun waktunya, bisa menyebabkan kerusakan pada pusat retina," jelas Dr. Neil Bressler, pengajar jurusan optamologi di Sekolah Kedokteran Universitas John Hopkins di Amerika Serikat.

    "Tak ada istilah aman meski hanya sebentar menatap matahari, tapi semakin lama seseorang menatapnya secara langsung, semakin besar kemungkinan retina rusak," kata Bressler kepada Live Science.

    Menurut sebuah artikel yang dimuat di jurnal JAMA pada 18 Agustus 2017, melihat langsung matahari beberapa detik saja bisa membakar pusat retina secara permanen atau temporer. Bressler termasuk salah satu penulis senior laporan tersebut.

    Ilustrasi mata. Pixabay.com

    "Sekali saja jaringan retina rusak, seperti jaringan otak, maka kerusakan tak bisa diperbaiki lagi dan berakibat kehilangan penglihatan sentral secara permanen. Jika tak bisa melihat lagi setelah menatap matahari, segera periksakan ke dokter mata yang bisa mengenali gejala dan tanda-tanda retina terbakar," tulis laporan tersebut.

    Memandang langsung matahari akan mengakibatkan kondisi yang disebut retinopati. Penyebabnya adalah lensa mata yang terfokus pada sinar matahari hanya pada satu titik di bagian belakang mata yang disebut fovea.

    Fovea adalah titik di retina yang bertanggung jawab atas pandangan yang terpusat dan tajam. Bila fovea rusak, akibatnya adalah pandangan buram dan pada kasus yang lebih parah adalah kebutaan titik sentral pada mata, begitu menurut American Academy of Ophthalmology (AAO).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.