Memahami Beda Puasa Intermiten danDiet Rendah Kalori

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet (pixabay.com)

    Ilustrasi diet (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan salah, puasa dan diet rendah karbohidrat memiliki perbedaan. Puasa intermiten dan asupan rendah karbohidrat menjadi rekomendasi umum saat berbicara tentang diet tapi keduanya tidak sama.

    Kedua pendekatan itu memiliki beberapa efek yang sama, seperti mengurangi karbohidrat, insulin, dan gula darah, serta mempromosikan ketosis. Agar lebih jelas, berikut paparannya, seperti dilansir dari Medical Daily.

    #Penurunan berat badan
    Banyak orang yang mencoba puasa intermiten atau diet rendah karbohidrat untuk mengurangi berat badan. Kedua pendekatan itu dapat meningkatkan proses pembakaran lemak. Pembatasan karbohidrat membantu mengurangi kalori. Sedangkan puasa membatasi konsumsi makanan pada siang hari. Namun, diet rendah karbohidrat mungkin memiliki keunggulan dari puasa ketika orang mencoba mengikuti pendekatan itu untuk menghilangkan lemak.

    Puasa intermiten bisa sangat ketat dan sulit diikuti karena beberapa orang gagal mengelola rasa lapar mereka sehingga justru mengonsumsi makanan lebih banyak. Metode pengaturan jam makan dalam puasa intermiten bisanya dilakukan dengan menerapkan jeda makan 8- 10 jam sehari. Sementara, diet rendah karbohidrat memungkinkan orang mengonsumsi makanan apa pun asalkan memenuhi persyaratan gizi harian mereka.

    Ilustrasi diet dan metabolism by Boldsky

    #Diet olahragawan
    Atlet mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat selama periode latihan dan meningkatkan asupan karbohidrat mereka sebelum bertanding. Teknik itu membantu tubuh belajar bagaimana memanfaatkan lemak yang tersimpan untuk menghasilkan energi yang dapat meningkatkan kinerja fisik selama pertandingan.

    Namun, puasa juga digunakan dalam olahraga. Atlet melewatkan makan untuk meningkatkan asupan karbohidrat dalam upaya untuk mengisi kembali cadangan glikogen yang hilang selama latihan.

    #Cegah kejang
    Salah satu manfaat kesehatan puasa intermiten dan diet rendah karbohidrat adalah berkurangnya kejang. Kedua pendekatan itu mendukung produksi keton dalam tubuh yang berperan dalam mencegah kejang. Sebuah penelitian merekomendasikan penggabungan puasa dan diet rendah karbohidrat. Tapi, mungkin tidak aman bagi anak-anak untuk berpuasa intermiten karena bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan secara negatif.

    Bagi orang-orang yang memiliki kondisi pradiabetes atau sudah menderita diabetes tipe 2, puasa dapat bekerja lebih baik. Satu studi menemukan kadar gula darah lebih baik pada orang yang melewatkan makan di siang hari dibandingkan dengan mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat.

    Penelitian lain menunjukkan makan yang dibatasi waktu dari pagi hingga sore hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kelaparan pada malam hari pada orang pradiabetes. Peneliti mengatakan puasa bekerja lebih baik bila dilakukan pada pagi hari daripada di malam hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.