Redakan Emosi Negatif Saat Berdebat dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdebat salah satu wahana untuk adu berargumentasi. Sayang sering sekali orang yang melakukan debat tersulut emosi negatif. Salah satu contoh emosi negatif itu terlihat saat Politikus PDIP Arteria Dahlan melakukan adu pendapat dengan Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dalam acara Mata Najwa di Trans7 9 Oktober 2019.

    Dalam diskusi di program Mata Najwa, mereka membahas revisi UU KPK dan penerbitan Perpu UU KPK. Arteria sampai mengarahkan telunjuknya ke Emil Salim dan beberapa kali memotong penjelasan narasumber lain dengan nada tinggi. Najwa Shihab, host acara tersebut, akhirnya menegur Arteria Dahlan yang menyampaikan pendapat dengan tambahan emosi.

    Emosi negatif berdampak buruk pada kesehatan, terutama karena bisa memicu stres. Jika dibiarkan, stres bisa berujung pada penyakit serius seperti diabetes, depresi, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

    Psikolog Leon F. Seltzer Ph.D., seperti dilansir Psychology Today, menyarankan agar mengatur napas dan buatlah tubuh Anda menjadi rileks, saat seluruh tubuh terasa mengencang saat kesal.

    "Jadi, segera setelah Anda menyadari bahwa sesuatu yang negatif beresonansi kuat di dalam diri Anda, ambil napas dalam-dalam dan lambat -- mungkin sambil mengulangi kata 'tenang' atau 'santai' untuk diri sendiri," kata dia.

    Emosi paling baik dialami pada tingkat ringan atau sedang, jadi ketika mencapai level tinggi, Anda harus menurunkan intensitasnya. Memperlambat pernapasan Anda merupakan langkah awal yang ideal.

    Selain itu, mengubah posisi dan melihat pemandangan yang tenang, misalnya sambil berbaring lalu berimajinasi, bisa membantu mengurangi emosi. Bayangkan pemandangan yang tenang, misalnya berbaring dengan damai di pantai saat matahari dan udara yang hangat mengenai tubuh Anda.

    Semakin berhasil Anda berfantasi dalam lingkungan yang begitu indah, maka Anda akan semakin cepat memahami situasi yang membuat marah, tidak berdaya, atau sedih.

    Dan ingat, satu bentuk relaksasi belum tentu lebih baik daripada yang lain. Jadi pertimbangkan juga aktivitas relaksasi lain seperti meditasi, self-hypnosis, yoga, tai chi, atau bahkan sekadar mengintip ke akuarium Anda.

    ANTARA | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.