Istri TNI Nyinyir di Media Sosial, Ini Tips Mengontrol Unggahan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar tentang pencopotan jabatan beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih hangat diperbincangkan publik. Seperti yang banyak dikabarkan, hal tersebut terjadi lantaran aksi istri mereka yang nyinyir tentang kasus penusukan Wiranto di media sosial

    Tak heran, menjaga perkataan di media sosial pun perlu di lakukan agar hal serupa tidak dialami. Jika Anda termasuk yang merasa kesulitan untuk menerapkannya, beberapa cara mudah pun bisa membantu dalam mengontrol ucapan. Melansir dari The Conversation dan Psychology Today, berikut tiga di antaranya. 

    #Mempelajari dan mengerti sisi hukum penggunaan teknologi
    Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mempelajari dan mengerti tentang hukum yang berlaku. Di Indonesia, seseorang bisa mendalami Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Menurut profesor psikologi di Universitas Massachusetts, Amerika Serikat, Ervin Staub, ketidaktahuan seseorang akan hukum lah yang membuatnya lebih bebas. Sebaliknya, mereka yang mengerti tentang hukum akan membatasi diri di media sosial.

    “Karena kalimat kebencian di dunia maya sudah diatur di dalam peraturan pemerintah, kalau tetap melakukannya, Anda melanggar hukum dan bisa masuk penjara,” katanya.

    #Tidak menggunakan media sosial saat sedang emosi
    Kondisi suasana hati yang tidak stabil juga bisa mempengaruhi ucapan seseorang di media sosial. Tak heran, Staub pun menyarankan untuk tidak menggunakan media sosial selama beberapa waktu hingga seseorang merasa tenang.

    “Media sosial membutuhkan akal sehat sebab perasaan apa yang kita alami akan sangat berpengaruh pada tulisan dan ucapan dalam aktivitas sehari-hari, tak terkecuali di media sosial,” katanya.

    #Menukar posisi dengan orang yang disudutkan
    Lontaran negatif di media sosial bisa dilakukan dalam keadaan sadar. Oleh karena itu, praktisi kesehatan mental dari Universitas California Selatan, Amerika Serikat, Timothy Legg, mengatakan bahwa berkaca dan menukar posisi dengan orang yang disudutkan wajib dilakukan. 

    Ini bisa membuat orang yang awalnya ingin bersikap tidak baik pun merasakan bagaimana menjadi korban. “Saat dia sadar dan tahu bagaimana rasanya disudutkan dengan kalimat-kalimat yang tidak membangun, dia pasti tidak akan melakukannya lagi,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.