Pesan Andy F. Noya untuk Jaga Kesehatan Mata

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi periksa mata (pixabay.com)

    ilustrasi periksa mata (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata adalah salah satu indera penting. Tanpa mata, orang pun akan kesulitan melakukan aktivitas harian, seperti membaca, memperhatikan orang sekitar, bahkan menyadari adanya sandungan.

    Untuk itu, Ketua Komite Mata Nasional, Andy F. Noya, mengimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan mata. Beberapa hal bisa diterapkan.

    Pertama, penggunaan kacamata hitam saat sedang berkendara atau melakukan aktivitas di siang hari sebab menurutnya, katarak adalah penyebab kebutaan nomor dua di dunia. Sedangkan katarak sendiri bisa semakin cepat dialami karena paparan langsung sinar matahari.

    “Tapi, pilih kacamata hitam yang benar ya. Bukan yang asal lima ribuan di jalan, tapi yang ada anti UV-nya,” katanya dalam acara “Eye Stand By U” di Jakarta pada 14 Oktober 2019.

    Ilustrasi kacamata hitam. REUTERS/Adnan Abidi

    Andy juga mengimbau untuk menggunakan alat elektronik seperlunya sebab di era digital ini, gawai dan laptop tidak pernah lepas dari aktivitas sehari-hari. Sayangnya, penggunaan yang terlalu lama dan tanpa istirahat bisa mempercepat kerusakan mata.

    “Khususnya anak-anak, dari kecil sudah main handphone. Harus dijaga supaya matanya tidak rusak,” katanya.

    Terakhir, Andy meminta agar orang tua senantiasa menjaga aktivitas bermain anak, sebab benda tajam di sekitar bisa saja melukai mata. Terlebih anak-anak belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuknya.

    “Kita harus punya wilayah bermain yang steril dari benda tajam agar anak terhindar dari hal-hal yang bisa menusuk dan melukai mata,” ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.