3 Cara Investasi Reksa Dana, Mana Pilihan Cocok Untuk Milenial?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Investasi reksa dana sedang digemari oleh anak muda. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan pada Juni 2019, 70 persen dari 1,23 juta masyarakat yang berinvestasi adalah anak muda. Secara spesifik, anak muda tersebut berada pada rentan usia 20 hingga 40 tahun.

    Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi, penting sekali untuk mengetahui cara yang benar berinvestasi di reksa dana. Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur menjelaskan tiga tatanan dalam berinvestasi reksa dana.

    Pertama adalah cara langsam. Mauldy mengatakan bahwa milenial yang menerapkan cara ini termasuk sebagai orang sibuk. Sebab, cara langsam berarti mereka membeli reksa dana dan didiamkan selama waktu yang diinginkan. “Ini menguntungkan kalau Anda tidak punya banyak waktu luang dan santai menunggu hasil keuntungan,” katanya dalam acara launching Investasikita di Jakarta pada 16 Oktober 2019.

    Kedua adalah cara market timing. Menurut Mauldy, ini sangat cocok bagi mereka dengan waktu luang. Sebab, milenial yang menerapkan cara market timing harus pandai membaca grafik. Mereka juga harus menyisihkan waktu guna mempelajari market. “Yang ini, keuntungannya juga tinggi. Karena mereka beli saat harga rendah dan tahu akan naik dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

    Ketiga adalah cara installment atau secara berkala setiap bulan menabung reksa dana. Ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki tujuan jelas di akhir. Sebab, entah harga pasar sedang rendah atau tinggi, mereka akan tetap membeli. “Keuntungannya juga pasti karena disesuaikan dengan angka yang dituju,” katanya.

    Jika harus memilih, Mauldy pun lebih menyarankan agar generasi muda lebih memilih cara installment. Karena ini adalah pilihan dengan risiko paling rendah, mudah dilakukan dan dengan keuntungan yang sesuai keinginan. “Langsam kan tidak pasti untungnya berapa, yang penting disimpan dan untung. Yang market timing juga syaratnya harus bisa membaca pasar. Installment termudah, tinggal disesuaikan dan pasti dapat,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.