Makan dalam Gelap, Ini Sensasi Uniknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat sampai di sebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan untuk makan, saya masuk dengan kondisi gelap. Seluruh lampu dipadamkan dan kami hanya bisa melihat dengan bermodalkan cahaya dari jendela.

    Sesampainya di dalam, melakukan registrasi untuk dialokasikan ke tempat duduk pun saya kerjakan. Setelah duduk di sebuah kursi kayu, saya melihat enam buah kacamata yang telah disediakan. Rupanya, kacamata tersebut telah dimodifikasi dan menyerupai enam jenis kebutaan terbanyak yang diderita masyarakat di Indonesia.

    Saya pun mengambil salah satu kacamata itu. Lalu, satu dari tujuh hidangan mulai datang. Sebagai bagian dari peluncuran gerakan "EyeStandByU" yang didirikan oleh CBM, Yayasan LAYAK dan Standard Chartered Bank, saya beserta dengan semua tamu diwajibkan untuk menikmati hidangan sambil memakai kacamata.

    Jujur, hal pertama yang saya rasakan adalah pusing. Saya merasa tidak terbiasa dengan keadaan mata yang buram, bahkan tertutup terlalu lama. Karena harus tetap mengkonsumsi makanan yang ada, saya pun bertahan.

    “Begini rasanya jadi orang buta. Tidak enak ya,” kata orang di sebelah yang ternyata sama dengan pemikiran saya.

    Makanan lainnya mulai berdatangan. Pendapat dari orang lain kembali saya dengar. Dia yang duduk di depan saya mengatakan bahwa makan dengan kondisi tertutup membuatnya lebih peka dengan rasa.

    “Kalau kita bisa lihat makanannya, pasti ada ekspektasi tentang rasa. Tapi kalau buta, kita jadi tebak-tebakan dan lidahnya lebih peka,” katanya.

    Selama makan, tak ada satu lagu pun yang mengiringi. Menurut saya, ini ditujukan agar saya lebih mendapatkan esensi dari makan dengan kondisi buta dan dalam kegelapan. Saya bersama dengan beberapa orang di meja pun jadi dekat karena saling bercakap dan mengomentari makanan yang ada.

    Sampai menu terakhir dan acara usai, lampu tetap dalam keadaan mati. Tapi kami sudah diperbolehkan melepas kacamata. Untuk makanannya sendiri, rasanya enak dan pas di lidah. Mungkin hanya cara makannya saja yang susah karena dengan mata yang dibutakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.