4 Pantangan Sebelum Cek Tekanan Darah, Jangan Tahan Pipis

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, dari 265 juta penduduk Indonesia, 34,1 persennya adalah pasien hipertensi.

    Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Tunggul D. Situmorang menyarankan untuk selalu melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala. Namun, memahami cara benar untuk mengukur tekanan darah wajib diketahui.

    Tunggul pun menjelaskan beberapa pantangan dalam tata laksana pengukuran tekanan darah itu. Pertama, seseorang tidak boleh menahan buang air besar dan kecil sebelum cek. “Karena menahan buang air justru akan memberi efek tekanan pada kandung kemih. Ini bisa meningkatkan tekanan darah,” katanya dalam acara Gerakan Peduli Hipertensi: Kendalikan Hipertensi, Sayangi Ginjalmu di Jakarta pada 17 Oktober 2019.

    Kedua, seseorang juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi kopi sebelum cek darah. Tunggul mengatakan kopi memiliki kandungan kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah. “Minimal setengah jam sebelum mengukur tensi, tidak boleh minum kopi. Agar kondisi tubuh masih netral,” katanya.

    Ketiga, Tunggul juga menghimbau untuk menghindari aktivitas berat seperti naik tangga hingga berolahraga. Ini dikarenakan hal-hal tersebut dapat memacu kerja jantung lebih cepat. Akibatnya, tekanan darah pun bisa terpengaruh dan meningkat. “Itulah kenapa kalau cek tekanan darah harus rileks, tenang, tidak boleh berbicara,” katanya.

    Keempat, tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan juga wajib dilakukan. Tunggul secara khusus menyebutkan obat flu dan obat tetes mata. Ia mengatakan bahwa keduanya bisa mempengaruhi tekanan darah. “Obat-obat itu mengandung stimulan adrenergik seperti fenilefrin atau pseudoefedrin. Ini membuat tekanan darah naik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.