Curhat Menteri Muhadjir Effendy Saat Kena Bully Masyarakat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memberikan sambutan dalam kegiatan taklimat/briefing Tata Kelola Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 di Grha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. (dok Kemendikbud)

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memberikan sambutan dalam kegiatan taklimat/briefing Tata Kelola Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 di Grha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. (dok Kemendikbud)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perundungan ternyata tidak hanya terjadi di kalangan anak-anak. Seoran menteri pun pernah mendapatkan pengalaman bullying saat mejabat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku pernah kena bully akibat tulisan wartawan yang salah dalam mengutip. "Saya beberapa kali dirundung masyarakat karena ada tulisan wartawan yang salah kutip, mengutip perkataan saya sepotong-potong. Wartawan yang salah kutip, saya kena rundung," kata Muhadjir Effendy di Jakarta, Sabtu 19 Oktober 2019.

    Ia mengaku meski pernah berprofesi sebagai wartawan, namun tidak mudah juga menghadapi wartawan saat dirinya menjadi menteri. Kalau dulu, untuk menjadi wartawan tidak mudah karena harus menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Namun, sekarang lebih mudah karena tidak harus menjadi anggota PWI.

    Muhadjir juga menjelaskan karena ada beberapa tulisan wartawan yang salah kutip. Akibatnya program yang sudah dirancang dengan baik justru menimbulkan penolakan pada masyarakat.

    Meski demikian, sambil bercanda dia mengaku bully yang dia terima tidak menjadi masalah baginya karena itu menambah pengalaman uniknya selama menjabat sebagai pembantu presiden. "Kemendikbud memegang peranan vital pada kepemimpinan Presiden Jokowi periode kedua, karena fokusnya menciptakan sumber daya manusia unggul. Hal itu terwujud melalui pendidikan," kata dia.

    Muhadjir menjadi Mendikbud pada pertengahan 2016, menggantikan Mendikbud sebelumnya Anies Baswedan. Sejumlah terobosan dilakukannya, yakni penguatan pendidikan karakter, revitalisasi SMK, hingga pendidikan berbasis zonasi untuk menyelesaikan masalah pendidikan.

    Ke depan, dia menitipkan empat program pada menteri berikutnya. Empat program tersebut yakni program penguatan pendidikan karakter di sekolah, percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP), melanjutkan revitalisasi sekolah, dan memperluas zonasi sekolah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.