Pentingnya Tes Laboratorium Bagi Para Calon Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih Republik Indonesia, Joko Widodo berjalan sembari melambaikan tangan ke arah relawan saat bersiap menuju gedung DPR RI untuk melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Presiden terpilih Republik Indonesia, Joko Widodo berjalan sembari melambaikan tangan ke arah relawan saat bersiap menuju gedung DPR RI untuk melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Mereka dilantik di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta pada Minggu sore, 20 Oktober 2019. Memenuhi susunan pemerintahan yang baru, Jokowi mengatakan bahwa dirinya akan segera mengumumkan menteri yang akan membantunya selama lima tahun mendatang. “Besok dikenalkan, besok pagi," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Minggu, 20 Oktober 2019.

    Dengan nama-nama yang nantinya akan diumumkan dan melengkapi Susunan Menteri Kabinet Kerja Jilid II, dokter spesialis penyakit dalam yang sekaligus dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa mereka sebaiknya lebih dahulu melakukan tes kesehatan melalui laboratorium.

    Mengapa demikian? Menurutnya, banyak penyakit yang awalnya hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain, seperti rontgen maupun USG. “Contohnya kadar gula, kolesterol dan asam urat diketahui hanya dengan pemeriksaan laboratorium,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co pada Minggu, 20 Oktober 2019.

    Untuk rontgen, masalah patah tulang juga bisa diketahui. Sedangkan melalui pemeriksaan USG, para pembantu presiden bisa mengetahui apakah ada kelainan pada liver, kandung empedu, pankreas, limpa serta kedua ginjal dan organ-organ abdomen lainnya dapat dideteksi. “Semuanya berkontribusi untuk produktivitas kerja para pejabat eselon 1 maupun menteri,” katanya.

    Meski begitu, Ari mengatakan agar para calon menteri tidak khawatir atas kemungkinannya untuk tidak jadi terpilih. Sebab tujuan dari tes laboratorium ini ditujukan untuk deteksi adanya kelainan yang diketahui lebih awal sehingga upaya pencegahan dan terapi awal bisa segera dilakukan. “Sehingga tim dokter menteri atau dokter yang ditunjuk untuk menjaga kesehatan menteri sudah tahu kondisi sakitnya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.