Pakar di India Ungkap Cara Deteksi Dini Kanker Tiroid

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tiroid. Shutterstock

    Ilustrasi tiroid. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dr. Neeti Kapre Gupta, ahli bedah dari Nagpur, India, mengembangkan sebuah sistem penilaian untuk mengevaluasi risiko kanker tiroid. Sistem yang dimaksud adalah nomogram.

    Pada dasarnya, nomogram merupakan sebuah alat hitung digital daring yang dapat membandingkan beberapa jenis parameter yang terlibat sekaligus menghitung presentase risiko kanker tiroid. Sistem tersebut dipresentasikan oleh Gupta pada Kongres Kanker Internasional di Boston pada 2017.

    Gupta merupakan satu dari 25 orang tim dokter asal India yang dipimpin oleh ahli bedah kepala dan leher senior Dr. Madan Kapre. Untuk pertama kalinya, lima dokter yang berasal dari Nagpur, bergabung dalam tim bentukan Kapre. Studi yang diberinama Impacct (Imaging, pathological and clinical correlation in thyroid) tersebut sejauh ini dilakukan terhadap 109 orang pasien yang masing-masing diberi alat pengukur oleh Dhananjay Raje.

    “Jika para ahli dalam kongres setuju pada teknik ini, maka ini akan menjadi nomogram pertama di dunia yang dikembangkan untuk mendeteksi kanker tiroid. Kami akan mempublikasikan studi ini setelah mencobanya pada ratusan pasien lain,” ujar Gupta.

    Seperti yang dilansir Times of India Kapre mengaku bangga memimpin kontingen asal India sebagai ahli bedah senior. “Hadir dalam kesempatan ini merupakan kebanggaan sendiri bagi profesor senior. Saya hadir sebagai praktisi pribadi. Program operasi tiroid kami, Melghat, mungkin berdampak besar dalam dunia medis secara global,” ujar Kapre.

    Kapre juga menyampaikan ulasan kepada simposium kontinen asal India dengan judul “The thyroid Gurukoo: mengajarkan bedah tiroid”. The thyroid Gurukoo berbicara mengenai acara yang dirancang khusus untuk para pelajar dari seluruh dunia untuk mengupas tuntas kanker tiroid. Acara tersebut diadakan setahun sekali di Chikhaldara.

    “Para pelajar dari seluruh dunia datang ke acara tahunan ini dapat membantu saya. Kami memiliki sebuah fakultas untuk setiap empat orang pelajar. Pelajar ini kemudian diminta untuk membedah dan memberikan masukan. Asrama tersebut merupakan tempat untuk belajar guru, sesama murid, ahli bedah, maupun pasien. Negara yang penduduknya mengalami masalah kanker tiroid datang ke asrama ini setidaknya setahun sekali dan memberi kami kesempatan untuk melakukan presentasi untuk pertama kali di tingkat kongres dunia,” jelas Kapre.

    Proyek The Melghat mungkin tidak akan pernah terwujud namun bagi Kapre, ahli anestesi, yang kerap menggunakan spesial anestesi untuk melakukan bedah tiroid pada pasien mengatakan, “Pada umumnya, anestesi membutuhkan ketelitian post-op dan intra-op. Mengingat banyaknya jumlah pasien dalam asrama tersebut tidak mungkin menggunakan anestesi biasa. Teknik tersebut kemudian cocok dengan proyek The Melghat karena adanya toleransi yang luar biasa antarbangsa,” jelas Kapre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.