Cuaca Ekstrem Jelang Musim Hujan, Waspadai Demam Berdarah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca ekstrem mulai terjadi belakangan ini dan berisiko menimbulkan penyakit. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat selalu menjaga daya tahan tubuh dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan saat ini daerah Kepri sedang memasuki musim hujan.

    "Cuaca ekstrem mudah berubah, dari panas menyengat hingga hujan lebat," ujar Tjetjep.

    Dengan kondisi cuaca tersebut, dikhawatirkan masyarakat rentan terserang penyakit seperti flu akibat perkembangan udara yang kotor, virus, serta bakteri mudah terbawa oleh angin dan hujan.

    Seorang ibu menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    "Masyarakat harus mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, dan makanan berserat tinggi agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya.

    Selain itu, Tjetjep turut meminta warga waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan tiba. Pada musim hujan biasanya warga lupa membersihkan tempat penampungan yang menjadi sumber genangan air di sekeliling rumah seperti kaleng bekas, botol, dan tempurung.

    "Seminggu saja tak dibersihkan, dalam satu wadah bisa menampung ratusan hingga ribuan jentik nyamuk," tuturnya.

    Dampaknya warga akan rawan terkena penyakit DBD. Maka itu, pihaknya mengingatkan masyarakat senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.