Suhu Panas, Negara Ini Pasang Pendingin di Luar Ruangan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suhu 'aspal dingin' diukur pada lebih dari 58 derajat Celcius pada tengah hari, ketika suhu luar melebihi 40 derajat Celsius.[Sorin Furcoi /Al Jazeera]

    Suhu 'aspal dingin' diukur pada lebih dari 58 derajat Celcius pada tengah hari, ketika suhu luar melebihi 40 derajat Celsius.[Sorin Furcoi /Al Jazeera]

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini, suhu panas melanda siang hari di Qatar mencapai 46 derajat Celcius, sehingga mereka memasang pendingin ruangan di luar ruangan. Bahkan di daerah itu, aspal jalanan pun dicat dengan warna biru agar suhu udara di negara tersebut jadi lebih dingin.

    Kini, jika Anda berjalan di trotoar-trotoar Qatar, Anda akan melihat mesin pendingin raksasa terpasang di sepanjang jalanan. Selain itu pusat belanja di ruangan terbuka juga dipasangi pendingin ruangan agar suhu semakin rendah.

    Sementara di kota Doha, Jalan Abdullah Bin Jassim dicat warna biru. Warna biru diyakini bisa menurunkan suhu menjadi 35 derajat celcius karena warna gelap disebut menyerap panas matahari sementara warna cerah akan merefleksikannya.

    Percobaan selama 18 bulan berlangsung di hamparan jalan setinggi 250 meter dan menggunakan lapisan biru tebal 1 milimeter dengan pigmen pemantul panas khusus. Aspal warna biru juga berisi mikrosfer keramik berongga yang dirancang untuk memantulkan radiasi inframerah.

    Seperti dikutip Dailymail pada Jumat 25 Oktober, Insinyur Saad Al-Dosari mengatakan suhu aspal gelap 20 derajat Celcius lebih tinggi dari suhu sebenarnya. "Karena hitam menarik dan memancarkan panas."

    Kota-kota lain di seluruh dunia juga telah melakukan percobaan serupa untuk menghadapi panas yang ekstrem. Musim panas ini, Los Angeles mengecat jalan-jalannya dengan warna putih keabu-abuan sehingga bisa lebih dingin 5 derajat Celcius daripada aspal hitam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.