Pertimbangkan Hal Ini Saat Hendak Pajang Produk di Toko

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskusi The Role of Visual Merchandising di Jakarta Fashion Week pada 25 Oktober 2019. Tempo/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Diskusi The Role of Visual Merchandising di Jakarta Fashion Week pada 25 Oktober 2019. Tempo/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Visual merchandising sedang menjadi tren di kalangan industri fashion. Ini adalah suatu desain yang dikerjakan oleh visual merchandiser (VM) dan diberikan untuk promosi produk tertentu.

    Dalam penggarapannya perlu ada beberapa pertimbangan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Visual Merchandiser Head di VM.ID Vany Setia Kinasih mengatakan bahwa seorang VM harus benar-benar mengerti barang yang akan dipromosikan.

    Beberapa informasi yang sudah harus di luar kepala adalah tentang detail komposisi, ukuran dan tema yang diangkat. “Karena tujuan dari visual merchandising itu bercerita tentang produk sambil merayu agar pengunjung tertarik membeli,” katanya dalam acara The Role of Visual Merchandising in Retail Business di pada Jumat, 25 Oktober 2019.

    Memperhatikan bentuk desain dan lokasi penempatan produk saat ditampilkan juga disarankan Vany. Ia menjelaskan bahwa dari segi desain, tidak boleh lebih menonjol daripada produk. Penempatan produk juga tidak boleh terlalu di atas atau bawah. “Harus pas dan sejajar dengan mata memandang. Supaya memudahkan pembeli untuk mengenal produk,” katanya.

    Letak pencahayaan juga wajib dicermati. Vany mengatakan bahwa ini bisa disesuaikan dengan produk yang dipasarkan. Misalnya menjual produk dengan tema hutan, maka pencahayaan bisa difokuskan dari arah bawah. “Pencahayaan itu krusial untuk menonjolkan desain dan produk. Wajib dipastikan benar penempatannya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.