Suhu Panas, Jangan Lupa Gunakan Berbagai Alat Pelindung Diri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaSuhu panas melanda berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Jakarta. Selain kemacetan, panasnya udara juga dikeluhkan warga ibu kota. Untuk menghadapinya, ada baiknya Anda menyiapkan beberapa alat untuk melindungi diri dari suhu yang semakin meningkat itu.

    Hal pertama adalah asupan air putih. Penting sekali bagi Anda untuk kebutuhan tubuh dengan air. Lalu senjata lain yang juga penting disiapkan adalah tabir surya dan payung agar kulit Anda tidak langsung terbakar sinar matahari yang semakin terik.

    "Pakai topi, payung, tabir surya. Bukan masalah jadi hitam tetapi banyak sinar matahari seperti kanker kulit, flek," kata dr Alni Magdalena dari Alodokter kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu 26 Oktober 2019.

    Topi atau gunakan payung juga berfungsi mencegah Anda mengalami sunburn atau luka bakar akibat sinar matahari yang terlalu terik. Walau hanya merah-merah pada kulit, itu sudah termasuk luka bakar yang sebenarnya bisa Anda hindari.

    Tak hanya orang dewasa, tabir surya juga bisa diberikan pada anak di atas usia satu tahun. Saat ini sudah ada produk yang diperuntukan khusus untuk anak.

    Bedanya dengan produk untuk dewasa, tabir surya untuk anak biasanya tidak mengandung bahan tambahan selain bahan dasar tabir surya itu sendiri. "Sekarang ada tabir surya untuk anak, perbedaannya itu hanya di pembawa atau campurannya. Dipilih bahan yang tidak terlalu keras untuk kulit anak. Hanya bahan dasar tabir surya tanpa tambahan," kata Alni.

    Alni tak menganjurkan Anda beraktivitas di luar ruangan kecuali untuk keperluan mendesak demi mencegah dehidrasi atau bahkan heat stroke. Selain itu, dia juga tak mengajurkan konsumsi suplemen walau tidak melarangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.