Awas, Pemarah dan Pemalas Itu Menular. Simak Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi karyawan marah/jengkel. Shutterstock

    Ilustrasi karyawan marah/jengkel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada pakar genetik yang menyebutkan sikap manusia bukan dibentuk dari lahir dan apa yang dimakan. Keturunan dan lingkungan lah yang secara bersamaan membentuk kepribadian orang.

    Sebuah penelitian di Prancis menegaskan fakta ini. Mereka mendapati bahwa perilaku kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, dan bukan tak mungkin membuat sifat pun ikut berubah.

    Dalam sebuah laporan yang dimuat di jurnal PLOS Computational Biology, para ilmuwan itu mendapati bahwa kadar kemalasan, ketidaksabaran, dan kesopanan seseorang itu berubah cukup mudah, setelah para pakar itu mengamati bagaimana reaksi dengan orang lain ikut berperan. Penelitian hanya diikuti oleh 56 peserta yang sehat.

    Wanita Karir Vs Pria Pemalas. Shutterstock.com

    Para pakar pun menganalisis tingkah laku mereka di luar kehidupan dan keadaan sebenarnya. Tapi, dari situlah terlihat bagaimana dengan mudahnya sikap asli seseorang berubah karena mengikuti orang di sekitar, begitu laporan Live Science.

    Bila orang-orang di sekitar malas, pemarah, tidak sabar, maka sifat itu pun menular. Memang, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat soal perubahan tingkah laku ini.

    Berikutnya, para pakar berencana untuk melakukan penelitian pada para penderita masalah neuropsikiatri, seperti autisme dan skhizofrenia. Kepada TIME Health, para ilmuwan tersebut mengaku untuk saat ini mereka tak berusaha untuk meminta orang-orang tertentu untuk menghabiskan waktu dengan beberapa tipe teman. Mereka hanya menganjurkan kita untuk menjalani hidup dengan orang-orang yang bisa memberi pengaruh positif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.