Afridza Munandar Meninggal, Ini Pertolongan Pertama Cedera Kepala

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka kembali menerpa masyarakat Indonesia. Setelah sebelumnya pesepakbola muda penuh talenta, Alfin Lestaluhu, meninggal dunia karena radang otak (ensefalitis), kini pebalap muda berbakat asal Tasikmalaya, Afridza Munandar, mengembuskan napas terakhirnya akibat cedera kepala karena kecelakaan yang dialaminya pada Sabtu 2 November 2019 di Malaysia.

    Saat itu, sang pebalap motor berusia 20 tahun sedang mengikuti ajang Race 1 ATC di Sirkuit Sepang, Malaysia untuk memperebutkan Asia Talent Cup. Namun sayang, pada tikungan 10 di lap pertama, ia terlibat kecelakaan, yang mengakibatkannya mengalami cedera kepala. Tak lama setelah itu, Afridza sempat dibawa oleh helikopter ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

    Cedera kepala adalah segala cedera yang terjadi di bagian otak, tengkorak atau kulit kepala. Mulai dari benjolan ringan, memar, hingga cedera otak traumatis. Cedera otak yang umum terjadi meliputi gegar otak, patah tulang tengkorak, dan luka kulit kepala. Selain itu, konsekuensi dan perawatannya bervariasi, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya.

    Cedera kepala terbagi menjadi dua, yakni terbuka atau tertutup. Cedera kepala terbuka membuat kulit kepala dan tengkorak terbuka atau hancur. Sementara itu, cedera kepala tertutup tidak merusak tengkorak.

    Ada beberapa cedera kepala yang sering terjadi seperti Hematoma atau memar, perdarahan, gegar otak, edema atau pembengkakan, retak tulang tengkorak. Anda akan kesulitan dalam menilai tingkat keparahan cedera kepala, hanya dengan melihatnya dengan mata telanjang. Sebab, beberapa cedera kepala ringan, memperlihatkan banyak perdarahan di sekitar kepala. Namun, sejumlah cedera kepala serius, malah tidak memperlihatkan perdarahan sama sekali. Meski demikian, segala jenis cedera kepala memerlukan perawatan serius dan penangangan dokter.

    Hal-hal seperti terjatuh dari ketinggian, serangan fisik hingga olahraga, seringkali mengakibatkan cedera kepala. Tak terkecuali kecelakaan motor yang dialami oleh Afridza. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan saat melihat kecelakaan motor.

    Setiap detik sangatlah krusial bagi keselamatan seseorang yang mengalami cedera kepala. Memahami pertolongan pertama mengenai yang harus dan tidak boleh dilakukan, sangatlah penting. Berikut ini adalah pertolongan pertama pada cedera kepala yang harus Anda perhatikan dengan cermat.

    1. Cek kesadaran
    Cek jalan napas (airway), pernapasan (breathing), dan sirkulasi nadi (circulation) korban. Jika diperlukan, lakukan resusitasi jantung paru (CPR) dan pertolongan napas buatan. Jika korban tidak bernapas, belum terbatuk maupun bergerak, langsung berikan napas buatan dan CPR.

    2. Stabilkan kepala dan lehernya
    Jika pernapasan dan detak jantung korban normal, namun ia tidak sadarkan diri, perlakukan korban seolah-olah ia mengalami cedera tulang belakang. Stabilkan kepala dan leher dengan meletakkan kedua tangan Anda di kedua sisi kepala tersebut. Kemudian, jaga agar kepalanya sejajar dengan tulang belakang dan jaga tubuhnya agar tidak banyak bergerak. Setelah itu, tunggu bantuan medis.

    3. Hentikan perdarahan
    Jika cedera kepala yang dialami korban menimbulkan perdarahan, langsung tekan titik pendarahan dengan kain bersih. Apabila terjadi cedera pada kepalanya, lebih berhati-hatilah, jangan menggerakkan kepala korban. Jika darah sudah membasahi kain bersih tadi, jangan lepas kainnya, dan tekan dengan kain bersih lain.

    4. Jangan tekan tulang tengkorak yang retak
    Walau terjadi perdarahan, Anda dilarang untuk menekan tengkorak kepala yang terbuka atau hancur. Selain itu, sangat tidak diperbolehkan menarik bekas kecelakaan (jika ada) dari luka. Langsung tutupi luka dengan perban kasa steril.

    5. Cegah korban agar tidak tersedak
    Jika cedera kepala yang dialami korban membuatnya muntah-muntah, miringkan tubuhnya ke samping untuk mencegah tersedak oleh muntahnya sendiri. Hal ini akan tetap melindungi tulang belakangnya. Sebab, Anda harus selalu bertindak seakan-akan ada kerusakan tulang belakang yang dialami korban.

    6. Kompres es
    Jika menemukan adanya area yang bengkak, Anda disarankan untuk langsung mengoleskan kompres es ke bagian itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.