3 Makanan yang Ampuh Percepatan Kesembuhan Luka Pasca Operasi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi putih dan kuning telur. (Pixabay/Baljeet Singh)

    Ilustrasi putih dan kuning telur. (Pixabay/Baljeet Singh)

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses pembedahan atau operasi adalah hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Operasi bisa menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Misalnya, seseorang yang baru dioperasi tidak bisa langsung melakukan aktivitasnya. Terlebih dengan luka jahitan setelah pembedahan dilakukan, mereka pun wajib istirahat total.

    Tentu akan merugikan bagi para pekerja khususnya kepala rumah tangga yang harus membiayai kehidupan anak dan istri. Terdapat beberapa makanan yang bisa menjadi jawaban agar kesembuhan pasca operasi segera dialami dan Anda dapat kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala.

    Pertama, Pakar Gizi Universitas Indonesia Saptawati Bardosono menyarankan untuk mengkonsumsi putih telur. Ia menjelaskan bahwa putih telur tinggi akan protein albumin. “Satu butirnya mengandung 10 gram protein. Ini sangat bagus untuk mempersingkat proses penyembuhan luka,” katanya dalam acara FFI MilkVersation di Jakarta pada 4 November 2019.

    Kedua, konsumsi ikan gabus juga sangat baik untuk dilakukan. Menurut Saptawati, dalam 100 gram ikan gabus mengandung energi sebesar 80 Kilokalori dan protein sebanyak 16,2 gram. Ikan gabus juga memiliki kandungan asam amino tinggi dan mikronutrien seperti zinc dan iron. “Selain mempercepat kesembuhan, ini juga membantu meningkatkan kadar darah dalam tubuh. Sehingga mengembalikan lagi darah yang terbuang pasca operasi ke angka normal,” jelasnya.

    Ketiga, susu dan yoghurt juga bisa menjadi alternatif untuk dikonsumsi. Saptawati menjelaskan bahwa keduanya kaya akan protein dan enzim sehingga dapat mencegah penggumpalan darah pasca operasi. “Teksturnya yang mudah ditelan juga menjadi alternatif bagi mereka yang malas mengunyah makanan setelah tindakan,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.