Kedelai Baik untuk Kesehatan, tapi Pahami Pula Keburukannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kacang kedelai. Sustainablepulse

    Ilustrasi kacang kedelai. Sustainablepulse

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beragam pendapat mengenai dampak konsumsi kedelai bagi tubuh. Namun, beberapa penelitian menjamin manfaat kedelai bagi kesehatan.

    Beberapa produk populer yang terbuat dari kedelai antara lain susu kedelai, tahu, tempe, kecap, dan miso. Setengah mangkuk tahu mengandung 253 miligram kalsium, 152 miligram fosfor, dan 46 miligram magnesium. Namun, sebuah studi Penelitian membuktikan konsumsi kedelai dapat menurunkan produksi hormon tiroid.

    Sebuah analisis dari Universitas Loma Linda, yang menganalisis 14 percobaan, mengungkapkan konsumsi kedelai dalam jumlah sedang tidak membahayakan orang dengan tiroid. Tetapi, bagi orang-orang yang tidak memiliki cukup yodium, kedelai dapat menyebabkan beberapa konsekuensi negatif jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Tahu. TEMPO/Prima Mulia

    Isoflavon yang ditemukan dalam tanaman kedelai memiliki fungsi yang mirip dengan estrogen sehingga menakuti orang-orang yang ingin mencegah kanker payudara dan ovarium. Ini karena kedua jenis kanker tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

    Karena aktivitas fitoestrogen, pria juga khawatir tentang gangguan hormon yang dapat berakhir pada kanker prostat. Namun, ada penelitian yang mengklaim sebaliknya dan menunjukkan kedelai mengurangi risiko kanker prostat.

    Sebagai kesimpulan, untuk menghindari efek samping, pilih varietas yang diproses dan nonfermentasi minimal yang belum direkayasa secara genetika untuk dikonsumsi secukupnya. Demikian seperti dilansir Medical Daily.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.